Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi meja kayu
ilustrasi meja kayu (pexels.com/Giovana Spiller)

Intinya sih...

  • Permukaan meja melengkung atau tidak rata menandakan struktur kayu mulai berubah bentuk akibat kelembapan tinggi atau beban berat yang terlalu lama.

  • Sambungan kayu mulai longgar atau bergoyang adalah tanda struktur meja mulai melemah, bisa menjadi awal kerusakan besar dan risiko ambruk.

  • Retakan besar pada permukaan atau kaki meja menunjukkan bahwa serat kayu sudah tidak lagi mampu menahan tekanan secara optimal, mempercepat pelapukan dari dalam tanpa terlihat jelas dari luar.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meja kayu dikenal kuat dan tahan lama, tetapi bukan berarti bisa dipakai selamanya tanpa risiko. Seiring waktu, faktor usia, kelembapan, dan beban berlebih bisa melemahkan struktur kayu. Jika tanda-tandanya diabaikan, meja bukan hanya rusak, tetapi juga berpotensi ambruk dan membahayakan.

Banyak orang baru mengganti meja setelah terjadi kerusakan parah. Padahal, ada sinyal awal yang sebenarnya cukup jelas jika diperhatikan. Berikut lima tanda meja kayu yang sebaiknya sudah dipensiunkan sebelum menimbulkan masalah. Baca sampai tuntas!

1. Permukaan mulai melengkung atau tidak rata

ilustrasi meja kayu (pexels.com/Handmrts)

Permukaan meja yang tidak lagi rata biasanya menandakan struktur kayu mulai berubah bentuk. Perubahan ini bisa terjadi karena paparan kelembapan tinggi atau beban berat yang terlalu lama. Jika dibiarkan, kelengkungan akan semakin parah dan mengurangi kekuatan keseluruhan meja.

Meja yang melengkung juga membuat distribusi beban tidak seimbang. Barang yang diletakkan di atasnya berisiko bergeser atau jatuh. Ketika bentuk dasar sudah berubah, perbaikan sering kali tidak mampu mengembalikan kekuatan aslinya.

2. Sambungan kayu mulai longgar atau bergoyang

ilustrasi meja kayu (pexels.com/Matheus Natan)

Sambungan adalah bagian penting yang menjaga stabilitas meja. Jika kaki meja terasa goyah atau sambungan tampak renggang, itu tanda struktur mulai melemah. Kondisi ini biasanya terjadi akibat penggunaan jangka panjang atau perekat yang sudah tidak efektif.

Goyangan kecil mungkin terlihat sepele, tetapi bisa menjadi awal kerusakan besar. Setiap tekanan tambahan akan mempercepat keretakan pada titik sambungan. Jika meja sudah tidak stabil saat disentuh, risiko ambruk semakin tinggi.

3. Muncul retakan besar pada permukaan atau kaki meja

ilustrasi meja kayu (freepik.com/bublikhaus)

Retakan kecil pada kayu memang umum terjadi, tetapi retakan besar adalah sinyal bahaya. Keretakan menunjukkan bahwa serat kayu sudah tidak lagi mampu menahan tekanan secara optimal. Apalagi jika retakan berada di area penopang seperti kaki meja.

Retakan juga memudahkan kelembapan masuk ke dalam serat kayu. Hal ini mempercepat pelapukan dari dalam tanpa terlihat jelas dari luar. Ketika kerusakan sudah struktural, meja bisa runtuh tanpa peringatan.

4. Kayu terasa rapuh atau mudah terkelupas

ilustrasi meja kayu (freepik.com/freepik)

Kayu yang sehat memiliki tekstur padat dan kokoh. Jika permukaan mudah terkelupas, hancur saat ditekan, atau terasa lembek, berarti material sudah mengalami pelapukan. Penyebabnya bisa karena usia, serangan rayap, atau paparan air yang berulang.

Kayu yang rapuh tidak mampu menahan beban dengan aman. Bahkan tekanan ringan bisa mempercepat kerusakan lebih jauh. Menggunakan meja dalam kondisi ini sama dengan mempertaruhkan keamanan.

5. Muncul bunyi berderit saat diberi beban

ilustrasi meja kerja yang berantakan (unsplash.com/Wonderlane)

Suara berderit adalah tanda struktur mengalami tekanan berlebih. Bunyi ini biasanya muncul ketika meja menahan beban atau saat dipindahkan. Derit menandakan adanya gesekan atau pergeseran pada bagian dalam kayu.

Jika bunyi muncul semakin sering, berarti kekuatan struktur terus menurun. Meja mungkin masih berdiri, tetapi daya tahannya sudah jauh berkurang. Mengabaikan tanda ini bisa berujung pada kerusakan mendadak.

Mengganti meja bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal keamanan dan kenyamanan. Perabot yang sudah melemah tidak lagi berfungsi sebagai penopang yang andal. Memperhatikan tanda-tanda kerusakan sejak awal membantu mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Kadang memang sulit untuk melepas barang lama yang masih terlihat “bisa dipakai”. Namun ketika struktur sudah menunjukkan kelemahan, keputusan paling bijak adalah memensiunkannya. Lebih baik mengganti lebih awal daripada menunggu hingga benar-benar ambruk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian