ilustrasi angpau merasa kurang (pexels.com/RDNE Stock project)
Ketika akhirnya memberi angpau dengan nominal lebih kecil, muncul tekanan lain seperti rasa bersalah. Bukan karena tidak ingin berbagi, tetapi karena merasa belum mampu memenuhi ekspektasi sosial yang ada.
Rasa bersalah ini sering kali tidak disadari berasal dari standar eksternal, bukan nilai pribadi. Padahal, memberi seharusnya datang dari ketulusan dan kemampuan, bukan dari paksaan atau rasa takut dinilai.
Tekanan sosial dalam memberi angpau adalah realita yang dialami banyak orang, meski jarang dibicarakan secara terbuka. Penting untuk diingat bahwa kondisi finansial bersifat dinamis, dan tidak ada kewajiban untuk mengorbankan kestabilan diri demi memenuhi ekspektasi sosial.
Makna berbagi tidak selalu tentang besar kecilnya nominal. Ketulusan, kehadiran, dan niat baik tetap memiliki nilai bahkan saat kondisi keuangan sedang tidak baik.