Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
iIustrasi beribadah di malam Nisfu Syaban
iIustrasi beribadah di malam Nisfu Syaban (Pexels.com/Talha Riaz)

Intinya sih...

  • Musyrik dan penyebar kebencian tidak diampuni dosanya

  • Pelacur dan penarik pajak juga termasuk yang tidak diampuni

  • Membunuh orang tua dan berzina adalah dosa besar yang tidak diampuni

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap tahun, umat Muslim di seluruh dunia menyambut kedatangan malam Nisfu Syakban dengan berbagai amalan ibadah dan doa. Malam Nisfu Syakban diyakini memiliki keistimewaan tersendiri, di mana Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang bertobat dan memohon rahmat-Nya.

Namun, ada juga terdapat beberapa tindakan manusia atau dosa yang dikecualikan dari pengampunan Allah SWT. Maka, berikut penjelasan orang yang tidak diampuni dosanya saat Nisfu Syakban yang telah IDN Times rangkum untukmu.

1. Musyrik dan penyebar kebencian

Ilustrasi seseorang sedang berdoa meminta pengampunan (freepik.com/freepik)

Meskipun hadis yang mengatakan bahwa semua dosa umat Muslim akan diampuni pada malam Nisfu Syakban tergolong dalam kategori hadis yang daif atau lemah, namun banyak ulama menganggap bahwa hadis tersebut masih bisa diamalkan karena kelemahannya tidak terlalu parah. Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa Allah SWT akan mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali dua kelompok orang.

Pertama, orang yang melakukan perbuatan syirik, yakni menyekutukan Allah SWT dengan yang lain. Kedua, seorang Muslim yang membawa rasa permusuhan, kedengkian, dan kebencian terhadap sesama Muslim karena urusan duniawi. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan saling tolong-menolong di antara umat Muslim.

Dalam hadis lain yang juga mendukung pernyataan ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT turun dengan rahmat-Nya pada malam Nisfu Syakban dan mengampuni semua orang, kecuali dua kelompok yang sama seperti yang disebutkan sebelumnya. Hadis ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama Muslim serta menjauhi perbuatan syirik.

Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, penting bagi kita untuk memaafkan saudara-saudari sesama Muslim, menjaga hubungan yang baik, dan bersikap pemaaf serta berlapang dada. Dengan demikian, kita berharap agar dosa-dosa kita dapat diampuni oleh Allah SWT saat malam Nisfu Syakban tiba.

2. Pelacur dan penarik pajak

Membaca Al-Qur'an selepas salat (Pexels.com/Thirdman)

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyatakan bahwa pada malam Nisfu Syakban, rahmat Allah SWT mendekat kepada hamba-Nya dan mengampuni orang yang meminta ampunan, kecuali dua kelompok orang, yaitu pelacur dan penarik pajak. Hadis ini diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Kabir dan Ibnu 'Adi dari Utsman bin Abi al-'Ash. Menurut Syekh al-Munawi, perawi hadis ini terpercaya.

Pertanyaan mengenai status penarikan pajak ini sebelumnya telah menjadi perdebatan di kalangan ulama. Ada yang memperbolehkan penarikan pajak secara mutlak, ada juga yang memperbolehkannya dengan syarat-syarat tertentu. Namun, beberapa ulama tidak memperbolehkan penarikan pajak secara mutlak tanpa syarat karena ada hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa pelacur dan penarik pajak dikecualikan dari ampunan Allah SWT pada malam Nisfu Syakban.

3. Membunuh orang tua dan berzina

Ilustrasi umat muslim salat (freepik.com/muslimpraying)

Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, dosa-dosa yang termasuk dalam kategori dosa besar, juga tidak akan diampuni. Sebaiknya, hal tersebut dihindari pada malam-malam pengampunan dosa seperti malam Nisfu Syakban dan malam-malam pengampunan yang lainnya.

Pendapat ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Tirmidzi, dan An-Nasa'i dari Ibnu Mas'ud. Dalam hadis tersebut, Abdullah bin Mas'ud bertanya kepada Rasulullah SAW tentang dosa yang paling berat. Rasulullah SAW menjawab bahwa dosa yang paling berat adalah syirik, yaitu menyamakan sesuatu dengan Allah yang telah menciptakan manusia. Kemudian Abdullah bertanya lagi, apa dosa yang lebih berat lagi. Rasulullah SAW menjawab bahwa dosa yang lebih berat adalah membunuh orang tua karena takut mereka akan membagi makanan denganmu. Abdullah bertanya lagi, apa dosa yang lebih berat lagi. Rasulullah SAW menjawab bahwa dosa yang lebih berat adalah berzina dengan istri tetangga.

Hal ini menunjukkan bahwa dosa-dosa yang tergolong dalam dosa besar tidak akan diampuni pada malam Nisfu Syakban. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjauhi dan menghindari dosa-dosa tersebut, serta bertaubat dengan sungguh-sungguh dari dosa-dosa tersebut pada setiap kesempatan yang ada.

Itulah orang yang tidak diampuni dosanya saat Nisfu Syakban oleh Allah SWT. Semoga dari artikel ini, kamu dapat bertobat dan memahami dengan sungguh-sungguh. 

Penulis: Hanna Aprelia Elfrida Saragih

Editorial Team