Ilustrasi seseorang sedang berdoa meminta pengampunan (freepik.com/freepik)
Meskipun hadis yang mengatakan bahwa semua dosa umat Muslim akan diampuni pada malam Nisfu Syakban tergolong dalam kategori hadis yang daif atau lemah, namun banyak ulama menganggap bahwa hadis tersebut masih bisa diamalkan karena kelemahannya tidak terlalu parah. Dalam hadis tersebut, disebutkan bahwa Allah SWT akan mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali dua kelompok orang.
Pertama, orang yang melakukan perbuatan syirik, yakni menyekutukan Allah SWT dengan yang lain. Kedua, seorang Muslim yang membawa rasa permusuhan, kedengkian, dan kebencian terhadap sesama Muslim karena urusan duniawi. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga persatuan, kerukunan, dan saling tolong-menolong di antara umat Muslim.
Dalam hadis lain yang juga mendukung pernyataan ini, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT turun dengan rahmat-Nya pada malam Nisfu Syakban dan mengampuni semua orang, kecuali dua kelompok yang sama seperti yang disebutkan sebelumnya. Hadis ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama Muslim serta menjauhi perbuatan syirik.
Oleh karena itu, sebagai umat Muslim, penting bagi kita untuk memaafkan saudara-saudari sesama Muslim, menjaga hubungan yang baik, dan bersikap pemaaf serta berlapang dada. Dengan demikian, kita berharap agar dosa-dosa kita dapat diampuni oleh Allah SWT saat malam Nisfu Syakban tiba.