Ilustrasi latihan pernapasan (pexels.com/Atlantic Ambience)
Teknik mindfulness STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) membantu kamu membumikan diri saat ini, khususnya setelah mengalami bencana.
Stop (hentikan apa yang sedang dilakukan)
Langkah pertama praktik STOP, menghentikan sejenak pikiran dan tindakan. Ini bukan melawan pikiran atau mencoba untuk menjernihkan pikiran atau mengabaikan perasaan, tetapi tentang memberi dirimu izin untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
Take a breath (tarik napas)
Setelah berhenti sejenak, alihkan fokus ke pernapasan dan tarik napas serta hembuskan napas secara perlahan dan teratur. Ulangi sebanyak yang diperlukan. Teknik pernapasan ini dapat memperlambat segalanya sehingga kamu dapat melanjutkan aktivitas dengan lebih hadir sepenuhnya.
Observe (mengamati)
Pengamatan ini membantu kamu memenyadari dunia internal dan eksternal. Kita dapat mengamati:
Sensasi tubuh: Sensasi fisik apa yang dirasakan? Apakah ada bagian tubuh yang terasa sakit? Apa yang dapat kita lihat, dengar, cicipi, cium, dan rasakan secara fisik?
Keadaan emosional: Emosi apa yang dirasakan?
Kondisi mental: Apa yang dipikirkan? Asumsi atau penilaian apa yang kita buat tentang diri kita?
Langkah mengamati dalam teknik STOP memberi kamu kesempatan untuk memeriksa diri sendiri dan memperhatikan bagaimana suatu situasi memengaruhimu.
Procees (melanjutkan)
Setelah siap, kamu dapat melanjutkan aktivitas apa pun yang sedang dilakukan. Langkah ini memungkinkan kamu untuk melanjutkan dengan tujuan dan pikiran yang lebih jernih.
Sementara itu, kamu dapat mempertimbangkan untuk melakukan sesuatu yang dapat membantumu merasa lebih baik, apakah itu mengulang afirmasi positif atau minum segelas air dengan penuh kesadaran.