Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tips membagi alokasi THR untuk tabungan dan belanja kebutuhan
ilustrasi tips membagi alokasi THR untuk tabungan dan belanja kebutuhan (pexels.com/Defrino Maasy)

Intinya sih...

  • Mengatur skala prioritas dengan metode 50-30-20

  • Mendahulukan pembayaran zakat dan hutang

  • Mengalokasikan dana tabungan dan investasi sejak awal

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Momen turunnya Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi saat yang paling dinantikan oleh setiap pekerja di Indonesia menjelang lebaran. Namun, seringkali uang tersebut hanya "numpang lewat" karena habis begitu saja tanpa perencanaan yang matang untuk keperluan yang bersifat konsumtif. Oleh karena itu, kamu perlu memahami tips membagi alokasi THR untuk tabungan dan belanja kebutuhan agar kondisi finansial kamu tetap stabil dan sehat setelah masa libur panjang usai.

Godaan untuk menghabiskan seluruh dana THR dalam sekejap sangatlah besar, apalagi dengan banyaknya diskon di berbagai marketplace. Banyak orang yang akhirnya terjebak dalam masalah keuangan di bulan berikutnya karena lupa menyisihkan uang untuk masa depan. Jika kamu gak hati-hati, bonus tahunan ini hanya akan menjadi kenangan manis sesaat tanpa memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan ekonomi keluarga kamu, lho.


1. Mengatur skala prioritas dengan metode 50-30-20

ilustrasi prioritas tujuan (pixabay.com/geralt)

Langkah yang harus kamu lakukan adalah menentukan skala prioritas pengeluaran agar dana gak terbuang sia-sia. Kamu bisa menggunakan rumus budgeting yang umum disarankan oleh pakar keuangan, yaitu membagi dana menjadi 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kewajiban atau tabungan, dan 20 persen untuk keinginan. Dengan pembagian yang jelas, kamu gak akan bingung menentukan mana barang yang harus dibeli terlebih dahulu dan mana yang bisa ditunda.

Guys, mendahulukan pembayaran zakat dan hutang adalah kunci utama dalam mengelola bonus tahunan, lho. Pastikan semua kewajiban spiritual dan finansial sudah terpenuhi sebelum kamu mulai melirik barang-barang di keranjang belanja, ya. Hal ini akan memberikan rasa tenang secara psikologis karena tanggung jawab utama sudah terselesaikan dengan baik menggunakan dana segar tersebut.


2. Mengalokasikan dana tabungan dan investasi sejak awal

ilustrasi belajar tentang investasi (pexels.com/Lukas)

Begitu dana THR masuk ke rekening, cara terbaik untuk mengamankannya adalah dengan langsung memindahkannya ke rekening tabungan yang terpisah. Jangan menunggu hingga akhir bulan atau sisa belanja, karena biasanya uang tersebut justru akan habis tak bersisa jika terus disimpan di rekening utama. Menyisihkan minimal 20 persen hingga 30 persen dari total THR untuk masa depan adalah langkah cerdas yang akan kamu syukuri di kemudian hari.

Kamu juga bisa memanfaatkan sebagian dana tersebut untuk memulai investasi di instrumen yang aman seperti reksa dana atau emas. Investasi dari dana THR sangat efektif untuk mempercepat pencapaian target keuangan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak atau uang muka rumah, lho. Dengan memiliki aset produktif, uang THR kamu gak hanya habis menjadi barang konsumtif, tetapi justru berpotensi berkembang nilainya di masa depan.


3. Belanja kebutuhan Hari Raya secara bijak dan efisien

ilustrasi belanja dengan penuh pertimbangan dan perhatian (pexels.com/Anna Tarazevich)

Cara agar kamu tetap bisa menikmati hari raya tanpa rasa cemas adalah dengan membuat daftar belanja yang sangat mendetail sebelum pergi ke pasar atau membuka aplikasi belanja. Tuliskan barang apa saja yang benar-benar dibutuhkan, mulai dari bahan makanan hingga pakaian baru jika memang diperlukan. Disiplin terhadap daftar ini akan membantu kamu menghindari impulse buying yang seringkali menjadi penyebab utama membengkaknya pengeluaran secara tiba-tiba.

Sebaiknya, masyarakat tetap bijak dalam mengonsumsi barang dan tak terjebak dalam perilaku konsumerisme berlebihan. Manfaatkan promo atau voucher potongan harga secara cerdas tanpa harus membeli barang yang sebenarnya gak masuk dalam daftar prioritas kamu. Ingatlah bahwa esensi hari raya bukanlah pada kemewahan barang baru, melainkan pada kemenangan hati dan pikiran, serta silaturahmi yang hangat bersama keluarga tercinta.


4. Cara mempersiapkan dana darurat tambahan dari sisa THR

ilustrasi dana darurat (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Mengalokasikan sisa uang untuk menambah saldo emergency fund menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk menghadapi situasi tak terduga. Kita gak pernah tahu kapan musibah atau kebutuhan mendesak akan datang, sehingga memiliki dana cadangan yang kuat akan menjadi penyelamat hidup kamu. Gunakanlah momentum THR ini untuk mempertebal bantalan keuangan kamu agar tak perlu berhutang saat ada keperluan mendadak di masa mendatang.

Idealnya seseorang memiliki dana darurat sebesar 3 hingga 6 kali lipat dari pengeluaran bulanan. Jika dana darurat kamu belum ideal, maka sebagian besar THR sebaiknya dialihkan untuk memenuhi pos ini terlebih dahulu daripada digunakan untuk self-reward yang berlebihan. Memiliki cadangan uang yang cukup akan membuat kamu lebih percaya diri dalam menjalani hari-hari setelah euforia perayaan lebaran berakhir.

Mengatur keuangan memang membutuhkan kedisiplinan yang tinggi, tetapi hasilnya akan sangat sepadan dengan ketenangan pikiran yang kamu dapatkan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, kamu bisa tetap merayakan hari kemenangan dengan penuh sukacita tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi di masa depan. Semoga tips membagi alokasi THR untuk tabungan dan belanja kebutuhan di atas dapat membantumu menjadi pribadi yang lebih bijak dalam mengelola setiap rupiah yang kamu miliki, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team