Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
9 Topik yang Sebaiknya Dihindari saat Silaturahmi Lebaran, Biar Gak Tegang
ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/Wahyu Prabowo)
  • Tradisi silaturahmi Lebaran menjadi momen penting lintas agama dan budaya, namun suasana bisa rusak jika salah memilih topik pembicaraan.
  • Sembilan topik yang sebaiknya dihindari mencakup perbedaan awal puasa, politik, perang, gosip, masalah pribadi, hingga pamer pencapaian atau barang mahal.
  • Menjaga obrolan tetap netral dan ramah tanpa membahas hal sensitif membantu mempertahankan kehangatan serta kenyamanan selama silaturahmi Lebaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebaran nanti agenda mayoritas masyarakat ialah menjalin silaturahmi. Bukan hanya orang yang beragama Islam. Banyak pemeluk agama lain juga ikut bersilaturahmi ke rumah tetangga serta saudara memanfaatkan momen Idulfitri.

Lebarannya memang hari raya umat Islam. Akan tetapi, tradisi silaturahminya berakar kuat di hampir semua masyarakat tanpa membedakan agama dan suku. Acara spesial setahun sekali ini jangan sampai rusak oleh kesalahan pemilihan topik.

Ada beberapa bahan obrolan yang cenderung bikin suasana mendadak tidak menyenangkan. Kamu harus pandai memilih topik yang netral buat semua orang. Sembilan topik berikut sebaiknya dihindari. Kalaupun sempat tidak sengaja dibicarakan segera alihkan ke hal-hal lain.

1. Perbedaan awal puasa

ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/Yunus Tuğ)

Kalian bertemu saat Idulfitri, tapi topik yang dibahas masih seputar perbedaan awal puasa. Apa gunanya? Malah rawan menciptakan ketegangan. Sebab orang memilih awal puasa berdasarkan kemantapan hati masing-masing. Lagi pula, di Indonesia perbedaan begini bukan lagi hal baru.

2. Mengungkit masalah di masa lalu

ilustrasi berpelukan (pexels.com/Anh Nguyen)

Kebiasaan seperti ini yang bikin bermaaf-maafan di hari raya terasa hanya sekadar formalitas. Baik permintaan maupun pemberian maaf tidak lahir dari hati yang terdalam. Baru semenit yang lalu kalian berpelukan. Tahu-tahu suasana sudah kembali kurang menyenangkan sebab masalah lama diungkit lagi.

3. Perang antarnegara

ilustrasi percakapan (pexels.com/Anh Nguyen)

Lebaran kali ini memang bertepatan dengan pasca serangan AS dan Israel ke Iran. Dilanjutkan dengan serangan balik dari Iran. Semua media massa membicarakannya. Itu saja sudah bikin banyak orang stres dan cemas. Kamu jangan menambahi tekanan psikis dengan membicarakannya di acara silaturahmi.

4. Politik di tanah air dan kubu masing-masing

ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/PNW Production)

Selain berita internasional yang menegangkan seperti perang, situasi politik dalam negeri juga mending di-skip. Tidak pernah ada suara bulat dalam pembahasan politik. Pasti terdapat pro dan kontra juga kubu-kubuan. Seandainya lawan bicaramu persis satu pandangan denganmu tentu menyenangkan. Kalau beda bisa-bisa kalian malah berdebat sengit.

5. Kabar burung tentang orang lain

ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/The Hijab Company)

Tidak semua hal yang sifatnya belum jelas perlu diperjelas sekarang juga. Apalagi di acara silaturahmi Lebaran. Salah-salah kalian malah menggosipkan seseorang.

Meski dirimu sudah mendengar kabar burung tersebut, tunggu saja sampai waktu yang memperjelasnya. Andai pun ada teman atau saudara yang bertanya, cukup katakan dirimu juga kurang paham. Jangan berbicara lebih dari yang kamu tahu dengan pasti kebenarannya.

6. Masalah pribadi lawan bicara

ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/unique bash Creative)

Momen kumpul di hari raya juga jangan dijadikan kesempatan untukmu mengorek kehidupan pribadi seseorang. Ibarat ruangan, biarkan pintunya tetap tertutup. Atau, dia sendiri yang membukanya untukmu. Itu pun dirimu mesti jaga sikap agar tak sembarangan bertanya atau berkomentar.

7. Persoalan keuanganmu

ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)

Kok kamu jadi curhat? Apalagi soal keuangan. Ini topik yang sensitif, seharusnya disimpan buat diri sendiri, serta dapat membuat orang lain mendadak canggung. Jika dirimu menjadi tuan rumah halalbihalal kemudian mengeluh soal uang, pasti tamu menjadi tidak enak.

Kehadiran mereka seolah-olah menjadi beban keuangan yang besar bagimu. Andai pun dirimu sebatas tamu yang diundang, membahas persoalan keuanganmu juga bikin salah paham. Kamu mungkin dikira ada maksud minta bantuan keuangan.

8. Pencapaian diri jika tidak ditanya

ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)

Membahas hal ini akan terasa sangat membosankan bagi lawan bicara. Mereka cuma tertarik pada awalnya. Tambah panjang ceritamu, tambah mereka yakin dirimu sedang membanggakan diri.

Kamu seperti mengharapkan pujian semua orang. Kalaupun ada orang yang terlebih dulu menanyakan kabar seputar pencapaianmu, jawab dengan rendah hati. Juga jangan berkepanjangan. Boleh jadi dari sekian banyak tamu, cuma ia yang agak penasaran. Lainnya tidak peduli sama sekali.

9. Harga outfit, kendaraan, dan gadget yang dipakai.

ilustrasi silaturahmi Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)

Next, harga setiap benda yang digunakan olehmu di acara tersebut tak perlu menjadi konsumsi publik. Tidak ada manfaatnya kamu menjelaskan harga setiapnya. Kecuali, dirimu memang ingin pamer. Gak usah bikin orang lain mendadak seperti kalkulator yang menghitung total harga kendaraan, smartphone, dan outfit-mu dari kepala hingga ujung kaki.

Salah pilih topik di acara silaturahmi Lebaran bisa bikin kegiatan bersalam-salaman dan ucapan saling meminta maaf menjadi sia-sia. Ini juga dapat membuat orang yang merasa tak nyaman ke depan malas datang lagi. Tetap ramah tanpa perlu terlalu banyak bicara sering kali sukses menjaga suasana menyenangkan hingga akhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team