Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Curtis Adams)
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Curtis Adams)

Intinya sih...

  • Bersihkan permukaan sebelum mengaplikasikan wood oil, gunakan kain microfiber kering atau lembap untuk mengangkat kotoran ringan.

  • Gunakan wood oil secukupnya, jangan berlebihan agar permukaan tidak terasa lengket dan butuh waktu lama untuk kering.

  • Diamkan agar oil meresap sempurna, beri waktu pada kayu untuk menyerap wood oil dengan baik agar hasilnya lebih maksimal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meja kerja kayu sering jadi 'markas' utama kamu beraktivitas setiap hari. Di atasnya ada laptop, buku, kopi, sampai catatan penting yang menemani rutinitas. Karena dipakai terus-menerus, permukaannya rentan kusam, kering, bahkan tergores halus. Sayangnya, banyak orang baru sadar pentingnya perawatan setelah kayunya mulai terlihat tua dan kurang terawat.

Padahal, merawat meja kayu gak harus ribet atau mahal. Dengan penggunaan wood oil dan surface buff yang tepat, tampilan meja bisa tetap hangat, halus, dan tahan lama. Kuncinya ada pada cara aplikasi dan konsistensinya. Kalau kamu ingin meja kerja tetap enak dipandang sekaligus nyaman disentuh, lima trik ini bisa banget kamu coba.

1. Bersihkan permukaan sebelum mengaplikasikan wood oil

ilustrasi meja kerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Sebelum memakai wood oil, pastikan meja benar-benar bersih dari debu dan noda. Kamu bisa menggunakan kain microfiber kering atau sedikit lembap untuk mengangkat kotoran ringan. Jika ada noda membandel seperti bekas minuman, bersihkan dulu sampai permukaannya netral. Kayu yang kotor akan menghambat penyerapan oil secara merata.

Membersihkan permukaan juga membantu kamu melihat kondisi asli kayu. Apakah ada bagian yang lebih kering atau terlihat kusam dibanding area lain. Dengan begitu, kamu bisa mengaplikasikan wood oil lebih fokus pada bagian yang membutuhkan. Hasil akhirnya pun terlihat lebih rata dan natural.

2. Gunakan wood oil secukupnya, jangan berlebihan

ilustrasi meja kerja dan vas bunga (pexels.com/Pixabay)

Banyak orang berpikir semakin banyak oil yang digunakan, semakin bagus hasilnya. Padahal, kayu hanya bisa menyerap dalam jumlah tertentu. Jika terlalu banyak, permukaan justru terasa lengket dan butuh waktu lama untuk kering. Cukup tuangkan sedikit pada kain bersih, lalu usapkan mengikuti arah serat kayu.

Mengikuti arah serat penting supaya hasilnya terlihat alami dan gak belang. Kamu bisa mengoleskannya tipis-tipis dan bertahap. Jika dirasa kurang, tambahkan sedikit lagi setelah lapisan pertama meresap. Cara ini membuat tampilan kayu lebih hidup tanpa terlihat berminyak berlebihan.

3. Diamkan agar oil meresap sempurna

ilustrasi meja kerja (pexels.com/Ivan Samkov)

Setelah diaplikasikan, beri waktu pada kayu untuk menyerap wood oil dengan baik. Biasanya dibutuhkan beberapa jam, tergantung jenis kayu dan kondisi ruangan. Hindari langsung menaruh barang berat di atas meja selama proses ini. Memberi waktu istirahat membuat hasilnya lebih maksimal.

Proses penyerapan ini membantu menjaga kelembapan alami kayu. Kayu yang terhidrasi dengan baik akan lebih tahan terhadap retak atau kering. Selain itu, warna alaminya biasanya akan terlihat lebih dalam dan hangat. Kamu akan langsung melihat perbedaannya setelah oil meresap sempurna.

4. Gunakan surface buff untuk hasil lebih halus dan mengilap

ilustrasi meja kerja (pexels.com/Artem Podrez)

Setelah wood oil meresap dan kering, kamu bisa melanjutkan dengan surface buff. Produk ini membantu memberikan lapisan pelindung tambahan sekaligus membuat permukaan lebih halus. Aplikasikan dengan kain lembut, lalu gosok perlahan dengan gerakan memutar atau mengikuti arah serat. Jangan ditekan terlalu keras agar hasilnya tetap natural.

Surface buff membantu menyamarkan goresan halus dan memberi efek kilap yang elegan. Meja kerja kamu jadi terasa lebih licin dan nyaman saat disentuh. Selain itu, lapisan ini juga membuat debu gak mudah menempel. Hasil akhirnya terlihat bersih tanpa kesan terlalu glossy.

5. Lakukan perawatan secara rutin, bukan hanya saat kusam

ilustrasi meja kerja (pexels.com/Caio)

Perawatan kayu paling efektif dilakukan secara berkala, bukan menunggu sampai terlihat rusak. Kamu bisa mengoleskan wood oil setiap beberapa bulan sekali, tergantung intensitas penggunaan meja. Sementara surface buff bisa diaplikasikan lebih ringan untuk menjaga tampilan tetap segar. Konsistensi kecil jauh lebih baik daripada perawatan besar yang jarang dilakukan.

Dengan rutinitas sederhana ini, meja kerja kamu akan lebih awet dan tetap estetik. Kayu yang dirawat dengan baik juga terasa lebih kokoh dan stabil. Selain memperpanjang umur furnitur, kamu juga menciptakan ruang kerja yang lebih nyaman. Dan suasana yang nyaman tentu bikin kamu lebih betah beraktivitas.

Merawat meja kerja kayu sebenarnya bukan hal yang rumit. Dengan kombinasi wood oil dan surface buff yang tepat, kamu bisa menjaga keindahan alaminya tanpa usaha berlebihan. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan kayu dan gak terburu-buru dalam prosesnya.

Kalau meja kerja terasa lebih halus, bersih, dan hangat dipandang, semangat kerja kamu biasanya ikut naik. Detail kecil seperti ini biasanya memberi dampak besar pada suasana hati. Jadi, kenapa gak mulai merawatnya dari sekarang? Meja kerja yang terawat adalah investasi kecil untuk kenyamanan jangka panjangmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAgsa Tian