Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria dan wanita
ilustrasi pria dan wanita (unsplash.com/Gabriel Ponton)

Intinya sih...

  • ISTJ hati-hati dalam urusan perasaan, ingin mengenal karakter secara utuh sebelum percaya pada kesan pertama.

  • INTJ jarang percaya pada cinta tiba-tiba, pertemanan penting untuk mengamati cara berpikir dan nilai hidup calon pasangan.

  • ISFJ memandang hubungan sebagai ruang aman, ingin merasa nyaman melalui pertemanan sebelum melibatkan perasaan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi sebagian orang, rasa suka bisa datang secepat kilat. Namun, ada juga yang justru memilih berjalan pelan dan tidak mudah terbawa perasaan. Mereka merasa kedekatan perlu dibangun dulu sebelum melibatkan urusan hati.

Dalam MBTI, beberapa tipe kepribadian lebih nyaman memulai dari pertemanan. Mereka ingin mengenal sikap, kebiasaan, dan cara berpikir seseorang tanpa tekanan romantis. Lebih lengkapnya, yuk simak! Ini lima MBTI yang sulit untuk percaya cinta pandangan pertama dan memilih untuk berteman terlebih dahulu.

1. ISTJ

ilustrasi pria dan wanita berteman (unsplash.com/Becca Tapert)

ISTJ selalu berhati-hati dalam urusan perasaan. Mereka tidak mudah percaya pada kesan pertama yang serba cepat. Pertemanan memberi ruang untuk mengenal karakter secara utuh.

Seiring waktu, ISTJ menilai konsistensi dan tanggung jawab seseorang. Dari situlah rasa percaya tumbuh perlahan. Ketika perasaan muncul, biasanya sudah melalui banyak pertimbangan.

2. INTJ

ilustrasi teman mengobrol (unsplash.com/Jose Vazquez)

INTJ jarang percaya pada cinta yang datang tiba-tiba. Mereka ingin memahami cara berpikir dan nilai hidup calon pasangan. Pertemanan jadi fase penting untuk mengamati semua itu.

Mereka menikmati obrolan mendalam tanpa embel-embel romantis. Kedekatan emosional tumbuh dari diskusi dan kebersamaan. Hubungan pun terasa lebih solid saat naik level.

3. ISFJ

ilustrasi pria dan perempuan bersahabat (unspslash.com/aldi suli pratama)

ISFJ memandang hubungan sebagai ruang aman. Mereka tidak ingin terburu-buru melibatkan perasaan sebelum merasa nyaman. Teman yang bisa dipercaya terasa jauh lebih penting di awal.

Lewat pertemanan, ISFJ belajar memahami batasan dan kebutuhan orang lain. Rasa suka muncul pelan-pelan seiring meningkatnya kedekatan. Proses ini membuat mereka lebih yakin.

4. INTP

ilustrasi teman (unsplash.com/Getty Images)

INTP cenderung skeptis pada konsep cinta pandangan pertama. Mereka ingin tahu bagaimana seseorang berpikir dan bereaksi dalam berbagai situasi. Pertemanan memberi ruang untuk observasi tanpa tekanan.

Bagi INTP, ketertarikan muncul dari koneksi intelektual. Obrolan panjang dan rasa nyambung jadi kunci utama. Dari situlah perasaan bisa berkembang dengan alami.

5. INFJ

ilustrasi pria dan wanita bersahabat (unsplash.com/Look Studio)

INFJ butuh kedalaman emosional sebelum jatuh hati. Mereka sulit percaya pada rasa suka yang muncul sekilas. Teman dekat memberi kesempatan untuk membangun ikatan yang lebih bermakna.

Mereka ingin merasa dipahami dan aman terlebih dahulu. Setelah itu, perasaan tumbuh dengan sendirinya. Hubungan pun terasa lebih tulus dan stabil.

Pada akhirnya, memilih berteman dulu bukan berarti takut jatuh cinta. Bagi beberapa MBTI, langkah ini justru membuat hubungan berjalan lebih nyaman. Saat rasa suka datang, semuanya terasa lebih siap dan sejalan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team