Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria menggunakan media sosial
ilustrasi pria menggunakan media sosial (freepik.com/rawpixel.com)

Intinya sih...

  • INTJ melakukan unfollow mantan untuk menjaga fokus hidup dan produktivitas, menghindari keterikatan digital yang dianggap menghambat.

  • ISTJ memutus koneksi dengan mantan sebagai cara menjaga stabilitas emosional dan keseimbangan hidup, menolak paparan kehidupan masa lalu yang tidak relevan.

  • INFJ membutuhkan ruang aman untuk memproses perasaan secara perlahan setelah putus, melakukan unfollow sebagai bentuk kasih pada diri sendiri.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hubungan yang berakhir sering kali meninggalkan jejak emosional yang tidak sederhana. Banyak individu memilih menjaga jarak demi kestabilan perasaan dan ketenangan pikiran. Salah satu cara yang kerap dilakukan ialah memutus koneksi di media sosial agar tidak terus terpapar kabar masa lalu. Tindakan ini bukan sekadar reaksi spontan, melainkan bentuk pengendalian diri yang sadar.

Kepribadian MBTI memberikan gambaran tentang kecenderungan seseorang dalam bersikap setelah mengalami perpisahan. Ada tipe yang memilih menghadapi situasi secara terbuka, namun ada pula yang lebih nyaman menutup akses demi menjaga fokus hidup. Langsung melakukan unfollow sering dimaknai sebagai langkah tegas untuk mencegah konflik batin. Sikap ini tidak selalu berarti kebencian, melainkan strategi menghindari gangguan emosional.

Bagi kamu yang penasaran kepribadian MBTI apa saja, simak penjelasannya dalam daftar berikut ini. Keep scrolling!

1. INTJ

ilustrasi media sosial (freepik.com/freepik)

INTJ dikenal sebagai pribadi yang rasional dan berorientasi pada tujuan jangka panjang. Setelah hubungan berakhir, tipe ini cenderung mengevaluasi situasi secara logis dan menentukan langkah paling efisien untuk menjaga fokus hidup. Keputusan melakukan unfollow dipandang sebagai tindakan praktis agar tidak terganggu oleh hal yang tidak lagi relevan. Bagi INTJ, keterikatan digital yang tersisa hanya berpotensi menghambat produktivitas.

Dalam keseharian, INTJ menghargai struktur dan kejelasan batas. Keberadaan mantan di media sosial dianggap sebagai distraksi emosional yang tidak perlu. Dengan memutus koneksi, ruang mental menjadi lebih lapang untuk merancang rencana baru. Sikap ini memperlihatkan kemampuan INTJ dalam mengelola perasaan melalui pendekatan yang terukur dan konsisten.

2. ISTJ

ilustrasi handphone (freepik.com/Sorapop)

ISTJ memiliki kecenderungan memegang prinsip dan aturan pribadi dengan kuat. Ketika hubungan berakhir, status tersebut dipandang sebagai bab yang telah selesai. Melakukan unfollow menjadi cara menjaga keteraturan dan konsistensi antara realitas dan dunia digital. Tipe ini tidak nyaman mempertahankan koneksi yang sudah kehilangan makna.

Bagi ISTJ, stabilitas emosional sangat penting untuk menjalani rutinitas sehari-hari. Paparan kehidupan mantan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan yang mengganggu keseimbangan tersebut. Dengan memutus akses, ISTJ dapat melanjutkan hidup tanpa bayang-bayang masa lalu. Langkah ini mencerminkan kedewasaan dalam menyikapi perubahan dengan tenang.

3. INFJ

ilustrasi pria menggunakan sosial media (freepik.com/suriyawutsuriya)

INFJ dikenal sensitif dan memiliki kedalaman emosi yang kuat. Setelah putus, tipe ini membutuhkan ruang aman untuk memproses perasaan secara perlahan. Keputusan melakukan unfollow bukan didasari amarah, melainkan kebutuhan menjaga kesehatan batin. Paparan kecil di media sosial dapat memicu kenangan yang memperlambat proses penyembuhan.

INFJ juga sangat menghargai keutuhan emosional dan batas pribadi. Dengan memutus koneksi digital, energi emosional dapat dialihkan pada refleksi diri dan pengembangan makna baru dalam hidup. Sikap ini membantu INFJ keluar dari lingkaran perasaan yang berulang. Tindakan tersebut menjadi bentuk kasih pada diri sendiri.

4. ENTJ

ilustrasi duduk memegang handphone (freepik.com/diloka107)

ENTJ memiliki karakter tegas dan berorientasi pada kendali diri. Setelah hubungan berakhir, tipe ini cenderung segera mengambil keputusan yang jelas tanpa berlarut-larut. Melakukan unfollow dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga arah hidup tetap terkendali. ENTJ tidak ingin emosi masa lalu mengganggu target yang sedang dikejar.

Dalam pandangan ENTJ, kejelasan batas menciptakan efisiensi emosional. Koneksi dengan mantan di media sosial dinilai tidak memberikan manfaat nyata. Dengan memutusnya, ENTJ dapat mengalokasikan energi pada pencapaian dan pengembangan diri. Sikap ini mencerminkan ketegasan yang konsisten dengan karakter kepemimpinan mereka.

5. ISFP

ilustrasi tangan memegang handphone (freepik.com/escapejaja)

ISFP dikenal sebagai pribadi yang menghargai kedamaian dan perasaan autentik. Setelah putus, tipe ini sangat peka terhadap suasana hati. Melihat aktivitas mantan di media sosial dapat memicu emosi yang tidak selaras dengan kebutuhan batin. Melakukan unfollow menjadi cara menjaga ketenangan perasaan.

ISFP lebih memilih menjalani proses pemulihan secara sunyi dan personal. Dengan memutus koneksi digital, fokus dapat diarahkan pada hal-hal yang memberi kenyamanan emosional. Langkah ini membantu ISFP tetap selaras dengan nilai kejujuran perasaan. Keputusan tersebut menunjukkan kesadaran diri yang lembut namun tegas.

Menghindari drama dan gangguan emosional menjadi alasan utama di balik pilihan tersebut. Pada akhirnya, ketenangan batin menjadi hal penting untuk melangkah ke fase hidup berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team