Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
rileks
ilustrasi Valentine sendiri (freepik.com/freepik)

Valentine sering datang dengan banyak ekspektasi. Media sosial penuh dengan unggahan romantis, promo pasangan ada di mana-mana, dan suasana seolah mengarahkan semua orang untuk merayakan dengan orang lain. Saat kamu lagi sendiri, momen ini bisa terasa agak canggung kalau gak disikapi dengan tenang.

Padahal, Valentine gak selalu harus tentang pasangan. Hari ini juga bisa jadi ruang buat berhenti sejenak, memperhatikan diri sendiri, dan menjalani hari dengan ritme yang lebih pelan. Sendiri bukan berarti ada yang kurang, hanya berbeda konteksnya. Kalau kamu lagi sendirian di Valentine, lima tips ini bisa membantu kamu menjalaninya dengan lebih ringan dan tetap terasa utuh.

1. Turunkan ekspektasi tentang Valentine itu sendiri

ilustrasi menenangkan diri (freepik.com/ senivpetro)

Banyak rasa gak nyaman muncul karena ekspektasi yang keburu tinggi. Valentine sering diposisikan sebagai hari yang harus spesial, romantis, dan penuh gesture besar. Saat kenyataannya gak seperti itu, perasaan kosong jadi mudah muncul.

Coba perlakukan Valentine seperti hari biasa dengan sentuhan kecil yang menyenangkan. Kamu gak perlu membuktikan apa pun ke siapa pun. Menjalani hari dengan tenang sudah cukup.

Saat ekspektasi diturunkan, tekanan ikut berkurang. Kamu jadi lebih bebas menikmati hari sesuai kondisi diri sendiri.

2. Isi hari dengan aktivitas yang benar-benar kamu nikmati

ilustrasi membaca buku (freepik.com/freepik)

Sendiri memberi kamu kendali penuh atas waktu. Gunakan momen ini untuk melakukan hal yang sering tertunda karena kesibukan. Aktivitas sederhana seperti membaca, memasak, atau menonton film favorit bisa terasa lebih menyenangkan saat dilakukan tanpa distraksi.

Pilih kegiatan yang bikin kamu merasa hadir di momen itu. Bukan sekadar mengisi waktu, tapi memberi ruang buat diri sendiri bernapas. Aktivitas yang tepat bisa membantu pikiran lebih stabil.

Saat kamu menikmati apa yang kamu lakukan, status sendiri atau berdua jadi gak terlalu relevan. Yang terasa justru rasa nyaman.

3. Batasi paparan hal-hal yang bikin perasaan goyah

ilustrasi Batasi waktu bermain media sosial (freepik.com/prostooleh)

Di hari Valentine, media sosial sering dipenuhi konten romantis. Kalau kamu merasa itu bikin perasaan jadi gak karuan, gak ada salahnya mengambil jarak sejenak. Menjauh bukan berarti lari, tapi memberi ruang aman untuk diri sendiri.

Kamu bisa memilih untuk lebih fokus ke dunia offline. Membaca buku, merapikan rumah, atau sekadar duduk diam tanpa layar bisa membantu menenangkan pikiran.

Mengatur apa yang kamu konsumsi secara visual dan emosional membantu menjaga suasana hati tetap stabil sepanjang hari.

4. Perlakukan diri sendiri dengan perhatian kecil

ilustrasi minum kopi (freepik.com/lookstudio)

Valentine juga bisa jadi momen memberi perhatian ke diri sendiri. Hal-hal kecil seperti makan enak, minum minuman favorit, atau tidur lebih awal punya dampak yang sering diremehkan. Perhatian seperti ini terasa sederhana tapi bermakna.

Kamu gak perlu konsep self-care yang rumit. Cukup dengarkan apa yang tubuh dan pikiran kamu butuhkan hari itu. Respons yang jujur sering kali sudah cukup.

Saat kamu merawat diri dengan cara yang lembut, rasa sepi jadi lebih mudah dikelola. Ada rasa ditemani oleh diri sendiri.

5. Ingat bahwa kondisi ini bukan sesuatu yang permanen

ilustrasi menenangkan diri (freepik.com/benzoix)

Perasaan sepi di hari tertentu sering terasa besar karena dianggap menetap. Padahal, ini hanya satu hari di antara banyak hari lain. Kondisi hidup terus bergerak, begitu juga dengan relasi dan perasaan.

Mengizinkan diri merasa biasa saja atau bahkan sedikit kosong adalah bagian dari proses. Kamu gak perlu memaksakan diri untuk merasa baik-baik saja sepanjang waktu.

Dengan menyadari bahwa semuanya bersifat sementara, kamu bisa menjalani Valentine dengan lebih lapang dan realistis.

Pada akhirnya, Valentine saat kamu lagi sendiri bukan hari yang gagal atau sia-sia. Ini hanya hari dengan bentuk yang berbeda. Selama kamu bisa hadir untuk diri sendiri, hari itu tetap punya makna dengan caranya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team