Rasa aman dalam hubungan tidak selalu lahir dari seberapa sering kamu bertemu atau seberapa intens komunikasi yang terjalin. Banyak orang tampak mudah bergaul, akrab, dan terbuka di permukaan, tetapi tetap menyimpan kewaspadaan emosional yang tinggi. Mereka hadir secara sosial, namun tidak sepenuhnya merasa tenang secara batin.
Di balik sikap tersebut, sering kali bekerja pola pikir scarcity mindset yang tidak disadari. Pola pikir ini membuat seseorang terbiasa melihat hubungan dari sudut kekurangan, potensi kehilangan, dan ancaman tersembunyi. Akibatnya, relasi tidak lagi terasa sebagai ruang tumbuh yang aman, melainkan area yang perlu terus dijaga dan dikontrol. Untuk memahami dampaknya lebih jauh, berikut beberapa alasan mengapa scarcity mindset membuat rasa aman sulit terbentuk dalam hubungan dengan orang lain.
