Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan manipulatif
ilustrasi pasangan manipulatif (pexels.com/cottonbro studio)

Intinya sih...

  • Pasangan manipulatif mengendalikan hubungan lewat kata-kata, keputusan sepihak, dan pengaburan kesalahan.

  • Perasaan dan kebutuhan pasangan sering diabaikan hingga korban kehilangan kepercayaan diri dan ruang aman.

  • Mengenali tanda manipulasi sejak dini penting agar tidak terjebak lebih dalam dalam hubungan yang tidak sehat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hubungan yang kelihatan manis dari luar kadang menyimpan hal yang sulit dijelaskan, terlebih ketika salah satu pihak perlahan merasa terkekang tanpa tahu penyebabnya. Banyak orang bahkan tidak sadar tengah berhadapan dengan pasangan manipulatif. Itu karena ciri-cirinya muncul lewat hal-hal kecil sehari-hari yang tampak wajar.

Banyak orang baru sadar setelah merasakan perubahan kecil yang sebelumnya dianggap sepele, seperti suasana hati yang makin mudah goyah karena perlakuan pasangan. Situasi semacam ini sering tersembunyi di balik sikap manis sehingga butuh perhatian lebih untuk menyadari apa sebenarnya yang terjadi. Kenali tanda-tandanya, yuk!

1. Perkataannya menekuk logika sampai kamu ragu pada dirimu sendiri

ilustrasi pasangan manipulatif (pexels.com/Alex Green)

Pada awalnya, ucapannya mungkin terdengar seperti seloroh sepele, lalu berubah jadi komentar yang membuatmu bertanya-tanya apakah kamu sedang keliru. Ia mengajukan argumen yang membuat suatu hal jelas berubah abu-abu sampai kamu tidak yakin lagi pada ingatan atau penilaian yang sebelumnya kamu yakini benar. Dalam kondisi seperti ini, kamu jadi sering memeriksa ulang situasi sederhana hanya karena takut melakukan kesalahan kecil yang sebetulnya tidak penting.

Jika situasi tersebut terjadi berulang, kamu bisa kehilangan rasa percaya pada keputusan diri dan akhirnya menyerahkan semua kuasa memilih kepadanya. Setiap perbedaan pendapat dianggap tidak valid, seolah kamu tidak punya kapasitas berpikir matang. Seiring waktu, kamu berhenti mengungkapkan hal yang mengganggumu karena merasa semua keluhanmu akan dibantah tanpa usaha mendengar sudut pandangmu.

2. Ia menentukan kehidupanmu lewat keputusan sepihak

ilustrasi pasangan manipulatif (pexels.com/Mikhail Nilov)

Beberapa orang suka memimpin, tetapi beda cerita kalau pasangan secara halus mengambil alih berbagai pilihan yang seharusnya menjadi milikmu. Mulai dari hal kecil, seperti baju yang kamu kenakan sampai keputusan bertemu teman, ia memperlihatkan keinginan agar semua bergerak sesuai kehendaknya. Kamu bisa merasa didorong mengikuti arah tertentu meski kamu tidak pernah diminta memilih dari awal. Tanpa sadar, hidupmu makin banyak dipengaruhi pendapatnya sampai kamu berhenti melakukan hal yang dulu membuatmu nyaman.

Dalam fase berikutnya, ia mungkin membuatmu merasa kurang bijak jika mengambil langkah sendiri. Setiap keputusanmu disanggah, seolah kamu selalu keliru. Kamu akhirnya takut berinisiatif dan menunggu approval sebelum bergerak. Keadaan inilah yang sering membuat seseorang lupa bahwa ia punya hak penuh atas hidupnya, bukan sekadar menjalani apa yang dirancang pasangan.

3. Perasaanmu sering diabaikan seolah tidak punya nilai

ilustrasi pasangan manipulatif (unsplash.com/Kateryna Hliznitsova)

Salah satu ciri lain yang kerap muncul ialah sikapnya yang mengecilkan keluhanmu. Ketika kamu jujur bercerita tentang rasa kecewa, ia menertawakan atau menganggap semuanya berlebihan. Perasaanmu dianggap tak penting dibanding keinginannya dan kamu dipaksa menyesuaikan diri agar hubungan tetap berjalan harmonis versinya. Lama-lama, kamu memilih diam agar tidak menimbulkan masalah meski di dalam hati muncul tekanan yang sulit diurai.

Diam demi damai sering kali membuatmu menelan hal-hal yang seharusnya bisa dibahas dengan tenang. Ketika satu-satunya yang diperhatikan hanya emosinya, kamu perlahan kehilangan tempat aman untuk bercerita. Kamu mulai menghindari percakapan yang jujur karena takut dipatahkan atau diremehkan. Di titik itu, kamu telah memberikan lebih banyak ruang daripada yang kamu terima dan rasa lelahnya makin terasa dari hari ke hari.

4. Ia pandai memutar balik cerita menjadi kesalahanmu

ilustrasi pasangan manipulatif (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Saat terjadi masalah, ia punya kemampuan memindahkan penyebab ke arahmu tanpa terlihat kasar. Kamu mungkin memulai diskusi dengan harapan menemukan solusi, tetapi ujungnya kamu justru merasa bersalah atas hal yang awalnya dilakukannya. Ini membuatmu memikul beban yang bukan tanggung jawabmu. Meski melawan terasa mungkin, kamu cenderung diam karena takut memicu pertengkaran baru.

Seiring waktu, kamu terbiasa mengalah, bahkan ketika kamu benar. Kamu menyesuaikan diri agar pertengkaran cepat selesai meski harus menutup mata dari perilaku yang menyakitkan. Dalam situasi seperti ini, kamu mengorbankan kesehatan emosimu. Kalau setiap masalah selalu diarahkan menjadi salahmu, kamu patut bertanya apakah itu hubungan yang layak dipertahankan.

5. Sikap manisnya hadir hanya ketika ada tujuan tertentu

ilustrasi pasangan manipulatif (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Pasangan manipulatif mungkin tidak selalu terlihat keras. Ada kalanya, ia memperlihatkan perhatian ekstra ketika ingin sesuatu darimu. Kamu mungkin menerima pesan romantis atau hadiah tiba-tiba, tetapi semuanya terasa seperti alat untuk memastikan kamu tetap berada di jalur yang ia mau. Perhatian yang tidak konsisten ini membuatmu bingung menentukan mana sikap aslinya.

Kebiasaan berganti-ganti perlakuan tersebut membuatmu merasa bersalah kalau ingin meninggalkan hubungan karena ada sisi pasangan yang tampak baik. Padahal, kasih sayang yang muncul hanya saat diperlukan bukanlah bentuk ketulusan yang sehat. Kamu pantas menerima relasi yang memberi kenyamanan, bukan kebingungan. Saat manis hanya muncul demi keuntungan sepihak, kamu perlu melihat ulang nilai dari hubungan yang sedang kamu jalani.

Semua tanda tadi bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar kamu paham saat sesuatu terasa tidak wajar dalam keseharianmu bersama pasangan. Mengenali gejalanya dapat menyelamatkan kamu sebelum terjebak lebih dalam. Semoga kamu yang tengah berada dalam hubungan seperti ini bisa secepatnya lepas, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎