Di usia dewasa, jumlah teman sering semakin berkurang tanpa kita sadari. Grup chat yang dulu ramai kini lebih sering sunyi, dan ajakan nongkrong jadi harus dijadwalkan jauh-jauh hari. Banyak orang menganggap ini sebagai tanda kesepian atau kegagalan sosial. Padahal, perubahan ini sebenarnya sangat normal dan manusiawi.
Seiring bertambahnya usia, prioritas hidup ikut bergeser, dari karier, keluarga, sampai kesehatan mental. Kita jadi lebih selektif dalam menghabiskan energi emosional. Lingkaran pertemanan dewasa bukan lagi soal ramai-ramai, tapi soal relevansi dan rasa aman. Kalau kamu sedang berada di fase ini, yuk simak lima cara memilih circle pertemanan yang benar-benar berkualitas.
