Punya mertua yang dominan itu bukan hanya perihal beda karakter, melainkan juga soal bagaimana kuasa dan batas sering kali bertabrakan dalam keluarga. Banyak menantu merasa terjebak pada posisi serbasalah. Kalau mau tegas, khawatir dianggap durhaka. Sementara, mau diam, tapi batin makin tersiksa. Kalau tidak menghadapinya dengan cara yang sehat, kamu bisa kelelahan. Ini bukan karena masalah besar, melainkan karena tekanan kecil yang datang tiap hari.
Karena itu, kamu perlu strategi yang realistis, bukan sekadar sabar tanpa arah. Berikut ini cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi mertua dengan kepribadian dominan secara dewasa dan tetap menjaga harga diri. Simak baik-baik, ya!
