Menghadapi mertua memang bukan perkara mudah, apalagi jika ada perbedaan cara berpikir, kebiasaan, atau gaya komunikasi. Di satu sisi, kita ingin menjaga mental tetap waras. Namun, di sisi lain, kita juga tidak ingin pasangan merasa tersudut atau tersakiti karena konflik antara kamu dan orangtuanya. Saat inilah, seni bersikap benar-benar diuji.
Masalahnya, banyak orang terjebak pada dua kondisi, antara terlalu mengalah sampai merasa tertekan atau terlalu defensif sampai bikin suasana rumah tangga panas. Padahal, kunci utama menghadapi mertua tanpa menyakiti pasangan bukan soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana menjaga perasaan semua pihak tetap utuh. Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba agar tetap waras menghadapi mertua, tanpa bikin pasangan jadi korban suasana.
