ilustrasi berdiskusi dengan mertua (pexels.com/RDNE Stock project)
Kalau memang situasinya memungkinkan, usahakan jangan hanya bilang tidak, lalu berhenti di situ. Menolak akan terasa jauh lebih halus dan bisa diterima kalau kamu juga menyertakan solusi atau opsi lain yang masih membuka ruang komunikasi. Sebagai contoh, saat kamu belum bisa memenuhi permintaan mertua sekarang, kamu bisa bilang dengan jujur tapi tetap hangat, “Kalau saat ini belum bisa. Mungkin bulan depan kalau kondisinya sudah memungkinkan, kami bisa bantu.”
Dengan memberi alternatif, mertua akan merasa kamu bukan sekadar menolak, tapi tetap menghargai niat baik dan usaha mereka. Sikap ini juga menunjukkan bahwa kamu tetap ingin menjaga hubungan, bukan menjauh. Intinya, penolakan yang disertai solusi membuat komunikasi jadi lebih dewasa. Kamu tetap menjaga batas, tapi juga tetap membuka pintu untuk kerja sama pada lain waktu.
Menjadi menantu yang baik bukan berarti harus selalu bilang iya. Menjadi pasangan yang dewasa bukan berarti mengorbankan diri sendiri terus-menerus. Menolak mertua memang tidak pernah terasa ringan. Namun, rasa bersalah itu bisa dihadapi, diolah, dan perlahan-lahan dikurangi. Yang penting, kamu jujur, sopan, dan tetap menjaga niat baik.