Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Menjaga Pertemanan Trio Tetap Awet dan Gak Mudah Retak
ilustrasi hangout bareng teman (unsplash.com/priscilladupreez)

Pertemanan trio sering terlihat seru dari luar karena selalu ada tiga orang yang bisa saling melengkapi dalam berbagai situasi. Tapi di balik itu, hubungan bertiga juga punya tantangan tersendiri yang kadang bikin salah satu orang merasa tersisih. Kalau tidak dijaga dengan baik, dinamika ini bisa berubah jadi canggung bahkan menjauhkan satu sama lain.

Meski begitu, bukan berarti pertemanan trio itu sulit untuk dipertahankan. Dengan komunikasi yang sehat, sikap saling menghargai, dan usaha yang seimbang, hubungan bertiga justru bisa jadi salah satu bentuk persahabatan yang paling kuat. Berikut beberapa cara yang bisa membantu menjaga pertemanan trio tetap awet dan harmonis.

1. Biasakan melibatkan semua orang dalam hal kecil sekalipun

ilustrasi bercengkrama dengan teman (pexels.com/yaroslav-shuraev)

Dalam pertemanan trio, hal sederhana seperti memilih tempat nongkrong atau menentukan agenda akhir pekan bisa berdampak besar kalau tidak melibatkan semua orang. Sering kali dua orang merasa sudah cukup mewakili keputusan, padahal satu orang lainnya bisa saja merasa diabaikan. Hal kecil seperti ini lama-lama bisa menimbulkan rasa tidak dianggap dalam kelompok.

Karena itu, penting untuk selalu memastikan semua suara didengar, bahkan untuk keputusan yang terlihat sepele. Kebiasaan ini membantu menciptakan rasa setara di dalam kelompok dan mencegah munculnya dua lawan satu dalam dinamika pertemanan. Semakin sering semua orang dilibatkan, semakin kecil kemungkinan ada yang merasa jadi orang luar.

“Tindakan kecil yang disengaja seperti ini memberi setiap orang rasa penting dan bernilai dalam trio, bahwa semua orang sama-sama berarti,” ujar Barbie Atkinson, konselor profesional berlisensi, dikutip dari SELF.

2. Bangun kedekatan satu lawan satu dengan masing-masing teman

ilustrasi menyapa teman (pexels.com/amina-filkins)

Banyak orang mengira pertemanan trio harus selalu dilakukan bertiga setiap saat, padahal hubungan satu lawan satu juga sama pentingnya. Justru dengan punya kedekatan individual, hubungan dalam kelompok jadi terasa lebih alami dan gak kaku. Ini juga membantu mengurangi kemungkinan ada satu orang yang merasa tersingkir.

Selain itu, setiap hubungan pasti punya dinamika yang berbeda. Bisa saja kamu lebih nyaman curhat ke satu teman, sementara dengan teman lain kamu lebih sering tertawa dan bercanda. Selama semuanya tetap saling menghargai, perbedaan ini justru memperkaya hubungan dalam trio.

“Setiap anggota harus memiliki hubungan satu per satu dengan anggota lainnya,” jelas Joy Harden Bradford, seorang psikolog berlisensi Amerika dan penulis Sisterhood Heals, dikutip dari SELF.

3. Hindari kebiasaan membicarakan teman di belakang

ilustrasi dua wanita berbincang (pexels.com/divinetechygirl)

Salah satu pemicu konflik paling umum dalam pertemanan trio adalah kebiasaan membicarakan satu teman kepada teman lainnya. Awalnya mungkin terasa ringan, sekadar curhat atau berbagi cerita, tapi lama-lama bisa berubah jadi gosip yang merusak kepercayaan. Apalagi dalam trio, informasi sangat mudah “berputar” tanpa disadari.

Daripada membahas seseorang saat dia tidak ada, lebih baik biasakan untuk menyampaikan perasaan secara langsung dengan cara yang baik. Memang tidak selalu nyaman, tapi jauh lebih sehat dibanding menyimpan masalah yang akhirnya meledak di kemudian hari. Kejujuran dalam komunikasi akan membuat hubungan terasa lebih aman dan dewasa.

“Meski tergoda untuk bergosip atau meluapkan unek-unek tentang satu teman ke teman lain dalam trio, cobalah menahan diri untuk tidak membicarakan hal negatif tentang anggota lainnya,” ujar Sabrina Romanoff, psikolog klinis, dikutip dari Verywell Mind.

4. Peka kalau ada teman yang mulai merasa tersisih

ilustrasi menghibur teman yang sedih (pexels.com/karolinagrabowska)

Dalam pertemanan bertiga, kadang ada satu orang yang tanpa sadar mulai merasa jadi orang ketiga. Biasanya ini terlihat dari perubahan sikap, seperti jadi lebih pendiam, jarang ikut kumpul, atau terlihat kurang antusias. Hal seperti ini penting untuk segera disadari sebelum berkembang jadi jarak emosional.

Kalau kamu mulai merasakan tanda-tanda itu, jangan tunggu sampai suasana makin dingin. Coba ajak ngobrol secara personal dan tanyakan perasaannya dengan cara yang santai. Sering kali, seseorang hanya butuh diyakinkan bahwa dia tetap dianggap bagian penting dari kelompok.

5. Jaga komunikasi tetap jujur dan terbuka

ilustrasi tiga perempuan berteman (pexels.com/yaroslav-shuraev)

Komunikasi adalah fondasi utama dalam pertemanan trio karena melibatkan tiga perspektif yang berbeda. Tanpa komunikasi yang jelas, kesalahpahaman bisa lebih mudah terjadi dan membuat salah satu pihak merasa tidak dianggap. Karena itu, semua perasaan sebaiknya tidak dipendam terlalu lama.

Biasakan untuk menyampaikan apa yang dirasakan tanpa menyalahkan. Misalnya, daripada langsung kesal, lebih baik bilang bahwa kamu merasa kurang dilibatkan dalam suatu momen. Cara seperti ini membuat percakapan lebih sehat dan menghindari konflik yang tidak perlu.

6. Buat kebiasaan atau ritual khusus bertiga

ilustrasi tiga perempuan berpose (pexels.com/ВалерійВолинський)

Memiliki tradisi kecil khusus bertiga bisa membantu memperkuat hubungan dalam jangka panjang. Tidak harus sesuatu yang besar, cukup seperti makan malam rutin, nonton film bareng, atau sekadar video call mingguan. Hal-hal sederhana seperti ini bisa jadi “lem perekat” dalam pertemanan.

Ritual ini juga membantu menjaga kedekatan meski masing-masing punya kesibukan sendiri. Ketika semua orang tahu ada waktu khusus untuk bertemu, rasa kebersamaan akan tetap terjaga. Ini membuat hubungan terasa lebih stabil dan punya arah yang jelas.

7. Tetap punya lingkar pertemanan di luar trio

ilustrasi merayakan pesta (pexels.com/anthonyshkrabaproduction)

Meski pertemanan trio terasa dekat, penting untuk tidak menggantungkan semua kebutuhan emosional hanya pada satu kelompok. Memiliki teman lain di luar trio membantu menjaga keseimbangan dan mengurangi tekanan dalam hubungan. Dengan begitu, ekspektasi terhadap satu kelompok juga jadi lebih realistis.

Ketika seseorang terlalu bergantung pada satu hubungan, kekecewaan biasanya akan terasa lebih besar. Sebaliknya, kalau setiap orang punya ruang sosial masing-masing, hubungan dalam trio akan terasa lebih ringan dan sehat. Ini membuat pertemanan bisa bertahan lebih lama tanpa rasa tertekan.

Pertemanan trio memang membutuhkan usaha ekstra dibanding hubungan dua orang. Tapi kalau semua pihak mau saling terbuka, menghargai, dan tidak saling mengabaikan, hubungan ini justru bisa jadi salah satu bentuk persahabatan paling hangat dan tahan lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article