Konflik dalam hubungan pertemanan adalah hal yang nyaris tidak bisa dihindari, terutama ketika setiap individu memiliki latar belakang, cara berpikir, dan emosi yang berbeda. Perbedaan pendapat yang tidak dikelola dengan baik sering kali berubah menjadi kesalahpahaman yang merusak kedekatan. Padahal, konflik tidak selalu berarti akhir dari sebuah pertemanan.
Banyak orang justru kehilangan teman bukan karena masalahnya terlalu besar, tetapi karena cara menyikapinya kurang tepat. Emosi yang meledak-ledak, komunikasi yang tertutup, dan asumsi sepihak sering memperkeruh keadaan. Oleh karena itu, memahami cara menghadapi konflik secara bijak menjadi keterampilan penting dalam menjaga hubungan pertemanan tetap sehat.
