Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dukungan Emosional Antarpasangan: Bukan Soal Cinta, Ini Bikin Hubungan Awet
Ilustrasi pasangan (pexels.com/César O'neill)

Dalam sebuah hubungan, cinta tidak selalu cukup untuk menjaga keharmonisan. Banyak pasangan yang saling mencintai, tetapi tetap merasa jauh secara emosional. Hal ini sering terjadi karena kurangnya dukungan emosional yang membuat salah satu atau bahkan kedua pihak merasa tidak dipahami.

Dukungan emosional adalah fondasi penting dalam hubungan yang sehat. Ketika pasangan merasa didengar, dihargai, dan dimengerti, hubungan akan terasa lebih aman dan nyaman.

1. Apa itu dukungan emosional dalam hubungan?

Ilustrasi pasangan (unsplash.com/Photo by Long Huang)

Dukungan emosional adalah kemampuan untuk hadir secara penuh bagi pasangan, baik saat mereka bahagia maupun sedang terpuruk. Ini mencakup mendengarkan tanpa menghakimi, memberikan empati, dan menunjukkan kepedulian secara nyata.

"Dukungan emosional mencakup kenyamanan fisik atau emosional, seperti pelukan, mendengarkan, dan berempati. Seorang teman atau pasangan mungkin memeluk kamu dan mendengarkan masalahmu, meyakinkanmu bahwa mereka mengerti," jelas Elizabeth Scott, PhD yang telah ditinjau oleh psikolog klinis berlisensi David Susman, PhD dikutip dari Very Well Mind.

Dukungan ini bukan hanya tentang memberi solusi, tapi tentang hadir. Menurut American Psychological Association, dukungan pasangan yang dirasakan sangat berkaitan dengan kepuasan hubungan.

2. Dampak dukungan emosional terhadap kesehatan mental

Ilustrasi bertengkar (pexels.com/Photo by Timur Weber)

Hubungan yang penuh dukungan emosional dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan mental. Ketika seseorang merasa didukung, mereka cenderung lebih kuat menghadapi tekanan hidup. Hubungan yang sehat pun memupuk keseimbangan emosional, kepercayaan diri, dan rasa memiliki.

"Ketika ikatan tersebut menjadi tegang, dampaknya dapat meluas jauh melampaui hubungan itu sendiri, membentuk suasana hati, tingkat stres, dan kesejahteraan mental secara keseluruhan," jelas asisten dokter Sydney Johnston, DMSc, PA-C, dikutip dari Animo Sano Psychiatry.

"Sebaliknya, hubungan yang suportif meningkatkan ketahanan dan pemulihan yang lebih cepat dari stres. Keamanan emosional dan rasa saling menghormati membantu menstabilkan suasana hati dan tubuh," tambahnya.

3. Ciri-ciri dukungan emosional yang sehat

Ilustrasi pasangan (pexels.com/Photo by Guillermo Berlin)

Dukungan emosional yang sehat bisa dilihat dari bagaimana pasangan saling merespons satu sama lain. Salah satu cirinya adalah komunikasi yang terbuka dan jujur tanpa rasa takut dihakimi. Kemampuan untuk mengekspresikan diri secara jujur ​​tanpa penghakiman juga memperkuat hubungan.

"Jika kedua pasangan merasa nyaman untuk bersikap transparan, mereka dapat memproses emosi dengan rasa malu yang lebih sedikit dan pemahaman yang lebih besar," kata Paige Rechtman, konselor kesehatan mental berlisensi Every Day Health.

Jika kedua pasangan merasa nyaman untuk bersikap transparan, mereka dapat memproses emosi tanpa rasa malu dan pemahaman yang lebih besar. Jalan dua arah dalam berbagi ini memungkinkan kedua pihak untuk mengembangkan kepercayaan.

"Kepercayaan merupakan prediktor signifikan terhadap kesehatan hubungan, terutama hubungan romantis," jelas Rechtman.

4. Kesalahan yang sering terjadi dalam memberi dukungan

Ilustrasi pasangan merasa bosan (pexels.com/Photo by Ron Lach)

Banyak orang berpikir bahwa memberi solusi adalah bentuk dukungan terbaik. Padahal, sering kali pasangan hanya ingin didengarkan. Selain itu, mendapatkan jenis dukungan yang salah, terutama ketika pasangan tidak memintanya, sebenarnya bisa membuat mereka lebih sulit untuk mengatasi masalahnya.

"Studi menemukan bahwa orang lebih cenderung melihat sebuah dukungan secara negatif, jika itu adalah sesuatu yang membuat mereka merasa kewalahan, atau jika itu datang dalam bentuk nasihat yang tidak mereka minta," jelas Elizabeth Scott.

Kesalahan lain adalah meremehkan perasaan pasangan. Kalimat seperti “kamu terlalu berlebihan” justru bisa membuat pasangan merasa tidak dihargai. Jadi, invalidasi emosional dapat merusak kepercayaan dalam hubungan.

5. Cara membangun dukungan emosional yang kuat

Ilustrasi pasangan (pexels.com/César O'neill)

Membangun dukungan emosional membutuhkan kesadaran dan usaha dari kedua pihak. Untuk membangun keintiman emosional ini memang membutuhkan waktu, usaha, dan latihan. Tapi menurut Cara Gardenswartz, Ph.D., seorang doktor psikologi, memberikan beberapa langkah awal dikutip dari Psychology Today.

  • Komunikasi terbuka tentang perasaan: Berbagi perasaan bisa menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan kerentanan emosional. Namun, mengekspresikan emosi secara terbuka mengurangi kesalahpahaman dan membangun rasa percaya dengan pasangan Anda.

  • Be in the moment selama waktu berkualitas bersama: Melakukan aktivitas bersama tanpa gangguan, seperti menyingkirkan ponsel selama percakapan, dapat menumbuhkan kedekatan emosional. Mendengarkan secara aktif, di mana kamu sepenuhnya terlibat dengan pikiran dan perasaan pasangan, adalah aspek kunci dari keintiman emosional.

  • Tunjukkan kasih sayang secara fisik dan verbal: Sentuhan fisik, termasuk pelukan, ciuman, dan bermesraan, bersama dengan penegasan verbal, memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan emosional. Pelepasan oksitosin, yang sering disebut sebagai "hormon cinta," selama interaksi ini meningkatkan kedekatan fisik dan emosional.

  • Prioritaskan waktu bersama: Menyeimbangkan tuntutan pekerjaan, anak-anak, dan tanggung jawab lainnya dapat menyulitkan untuk menemukan waktu untuk pasangan. Namun, memprioritaskan waktu berkualitas bersama, seperti merencanakan kencan rutin atau melakukan hobi bersama, dapat menghidupkan kembali keintiman emosional.

  • Akhiri hari dengan rasa syukur: Mengakhiri hari dengan berbagi suka dan duka serta mengungkapkan penghargaan menumbuhkan perasaan aman, syukur, dan kedekatan emosional. Pasangan yang secara teratur mempraktikkan rasa syukur mengalami peningkatan tingkat kepuasan hubungan dan keintiman emosional.

  • Cari bantuan profesional jika diperlukan: Dalam beberapa kasus, intervensi profesional mungkin diperlukan untuk mengatasi hambatan terhadap keintiman emosional. Terapi pasangan bisa membantu mengatasi masalah mendasar dan memperkuat hubungan antar pasangan.

Ketika dua orang saling memberi dukungan emosional, hubungan tidak hanya bisa bertahan, tapi juga berkembang menjadi lebih kuat dan sehat. Pada akhirnya, hubungan yang penuh empati dan pengertian akan menjadi tempat pulang yang paling nyaman bagi kedua pasangan.

Editorial Team