Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan tukar kado Valentine (freepik.com/freepik)
ilustrasi pasangan tukar kado Valentine (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Bunga melambangkan cinta tulus dan perasaan, sementara tanaman dalam pot melambangkan proses merawat hubungan.

  • Boneka memberi efek menenangkan dan mewakili kebutuhan akan kenyamanan serta kehadiran emosional.

  • Cokelat memicu hormon bahagia dan menjadi simbol perhatian serta kebahagiaan bagi penerimanya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat tanggal 14 Februari tiba, banyak orang merayakan Valentine dengan memberi kado untuk pasangan, sahabat, atau orang terdekat. Memberikan hadiah bukan sekadar tradisi, tapi juga cara mengekspresikan rasa sayang, perhatian, dan kedekatan emosional.

Kado sering menjadi bahasa cinta nonverbal alias cara menunjukkan rasa sayang ketika kata-kata terasa kurang cukup. Setiap hadiah yang kita pilih, seperti bunga, cokelat, hingga hadiah DIY atau playlist lagu, punya makna psikologis tersendiri yang bisa membuat penerimanya merasa dihargai, diperhatikan, dan lebih dekat secara emosional. Penasaran? Langsung scroll, ya!

1. Bunga

Bunga (unsplash.com/polina8952)

Bunga gak pernah absen sebagai hadiah Valentine yang paling klasik. Dilansir Main Floral, makna yang paling umum dan dipahami secara luas di balik hadiah bunga adalah lambang cinta. Memberikan seseorang buket bunga yang indah, dapat dilihat sebagai ekspresi kasih sayang dan perhatian yang mendalam, menyampaikan emosi lembut yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Warna dan jenis bunga pun punya pesan tersendiri. Laman Love Pop menjelaskan, bunga mawar terkenal karena menyampaikan gairah, kekaguman, dan cinta. Selain jenis bunga, warna bunga pun juga memiliki makna yang berbeda, seperti bunga tulip merah yang bermakna cinta sejati, sementara tulip kuning mengekspresikan keceriaan.

Laman Bloom Magic menjelaskan bahwa bunga mampu memunculkan senyum yang tulus atau yang biasa disebut senyum Duchenne. Senyuman ini melibatkan refleks yang gak disengaja, di mana sudut mulut seseorang terangkat ke atas, pipi mereka naik, dan mata mereka menyipit, menyebabkan adanya kerutan kecil di sudut mata.

2. Boneka

Boneka (unsplash.com/laarkstudio)

Hadiah ini sering kali diberikan sendiri atau hadir bersama bundling bunga dan cokelat. Identik dengan kesan manis dan romantis, memberi hadiah boneka ternyata punya makna yang cukup dalam. Teksturnya yang lembut dan empuk membuat boneka terasa menyenangkan untuk dipeluk sehingga mampu memberi efek menenangkan. Dilansir La Pelucherie, boneka mengandung simbol-simbol penting seperti pelukan, kelembutan, kenyamanan, sekaligus menyampaikan pesan penting seperti "Aku di sini untukmu", "Aku mendukungmu", atau mengabadikan kenangan berharga yang dibagikan sebagai pasangan.

Gak heran kalau boneka sering dipilih oleh orang yang ingin menunjukkan sisi protektif dan penuh perhatian. Kalau ingin memberikan boneka untuk cowok, kamu bisa memilih desain yang lebih netral atau maskulin, seperti karakter sederhana, warna monokrom, atau bentuk yang unik agar tetap terasa personal tanpa kesan terlalu childish.

3. Cokelat

Cokelat (unsplash.com/jdjohnston)

Cokelat telah lama menjadi hadiah khas saat Valentine. Hampir di setiap toko, kita dapat menemukan berbagai paket bundling cokelat yang dilengkapi kartu ucapan manis. Cokelat memiliki daya tarik tersendiri dan tak pernah kehilangan maknanya sebagai simbol kasih sayang. Laman Bonbon Book menjelaskan bahwa sejak dahulu, cokelat dikenal sebagai makanan yang dapat memunculkan rasa senang dan bahagia karena mengandung zat yang mampu memicu pelepasan hormon dopamin dan serotonin di otak. Hormon-hormon ini berkaitan dengan perasaan nyaman, rileks, serta suasana hati yang lebih baik.

Memberikan cokelat pada momen Valentine sering kali diharapkan dapat menghadirkan kebahagiaan sederhana bagi penerimanya. Cokelat seolah menjadi simbol bahwa si pemberi ingin membuat orang yang disayang merasa diperhatikan, bahagia, dan nyaman. Dikutip dari laman Cocoa Runners, cokelat juga dapat membantu meningkatkan hasrat seksual, membangun keintiman secara perlahan, mengurangi stres, serta menumbuhkan rasa kepedulian. Jika menginginkan pilihan yang lebih sehat, kamu bisa memilih dark chocolate yang dikenal punya manfaat lebih baik dengan cita rasa yang tetap istimewa.

4. Cincin

Cincin couple (unsplash.com/fernandanuso)

Meskipun belum bertunangan atau menikah, banyak pasangan memilih mengenakan cincin couple sebagai simbol hubungan. Dalam laman Shimansky dijelaskan bahwa perhiasan merupakan simbol untuk menceritakan sebuah kisah, mewujudkan janji, serta merepresentasikan kenangan dan nilai-nilai yang dibagikan oleh dua orang. Memberikan cincin couple biasanya menjadi tanda bahwa pasangan memandang hubungan sebagai sesuatu yang berharga dan ingin dijalani dalam jangka panjang.

Laman Augrav juga menyebutkan bahwa perhiasan melambangkan komitmen, kasih sayang, serta perjalanan yang telah dilalui bersama. Cincin digunakan sebagai penanda bahwa kamu dan pasangan saling menghargai serta bertekad untuk tetap bersama. Cincinnya gak harus mahal atau mewah karena yang terpenting adalah makna di baliknya dan bagaimana cincin itu menjadi simbol kedekatan serta perhatian satu sama lain.

5. Surat

Surat (unsplash.com/hudsoncrafted)

Meskipun sering dianggap kuno, surat tetap menjadi salah satu bentuk ungkapan yang bermakna di momen Valentine. Dalam laman Ascension Counseling dijelaskan bahwa dari perspektif psikologis, surat cinta mampu meningkatkan kepuasan hubungan dan kesejahteraan emosional. Menulis maupun menerima surat cinta mampu mengaktifkan emosi positif, memperkuat perasaan cinta dan penghargaan, serta membantu pasangan merasa lebih aman dan terhubung.

Kamu bisa menuliskan perasaan secara jujur, mengenang momen-momen manis yang telah dilalui bersama, atau menyampaikan harapan untuk hubungan ke depannya. Dengan begitu, surat atau kartu yang diberikan akan terasa lebih personal dan bermakna. Hal sederhana ini bisa membuat penerimanya merasa dihargai, diperhatikan, dan semakin dekat secara emosional.

6. Quality time

Quality time (unsplash.com/rad409)

Kamu bukan tim receiving gift di lima bahasa cinta Dr. Gary Chapman? Gak masalah karena ada cara lain untuk menunjukkan cinta, yaitu melalui quality time. Memberikan hadiah berupa waktu adalah hal yang sangat berharga, terutama jika dihabiskan bersama orang terkasih. Laman Collegiate Times menjelaskan bahwa menghabiskan waktu berkualitas dengan pasangan, mampu membuat komunikasi menjadi lebih baik serta memperkuat ikatan emosional. Hal ini juga sesuai dengan penjelasan dari laman Cerebral bahwa meluangkan waktu bersama menandakan bahwa hubungan tersebut dihargai dan diprioritaskan.

Beberapa ide quality time adalah makan malam romantis di rumah atau restoran favorit, jalan-jalan santai, atau traveling bersama. Gak perlu mahal karena yang terpenting adalah momen kebersamaan dan interaksi yang tulus. Kamu bisa piknik di taman, menonton film favorit berdua, memasak bersama, atau melakukan hobi yang sama. Yang terpenting adalah kenangannya!

7. Playlist lagu

Playlist lagu (unsplash.com/blocks)

Bisa dibilang, lagu adalah cara mengungkapkan emosi secara gak langsung. Menurut Strike Magazine, playlist yang dipersonalisasi memiliki kekuatan untuk membuat seseorang merasakan sesuatu dan memberi tahu seseorang bahwa kamu memikirkan apa yang mereka sukai, bahwa kamu mendengar sebuah lagu dan memikirkan mereka untuk beberapa saat dalam sehari. Proses memilih lagu-lagu ini sendiri menunjukkan perhatian dan usaha untuk mengekspresikan perasaan dengan cara yang personal.

Setiap lagu yang dipilih memiliki makna tersendiri, seperti cocok dengan kalian, mengingat pengalaman atau emosi tertentu yang ingin dibagikan. Hadiah ini juga pas untuk kamu yang sulit mengungkapkan perasaan secara verbal atau lebih nyaman menyampaikan emosi lewat simbol dan pengalaman.

8. DIY (Do It Yourself)

DIY (unsplash.com/ks_works)

Memberikan hadiah DIY (Do It Yourself atau buatan sendiri) hampir selalu tepat dan berkesan karena penuh dengan usaha dan perhatian dari si pemberi. Menurut laman Moskai, hadiah personalisasi bukan sekadar benda, tetapi bukti bahwa kamu benar-benar memahami seseorang. Secara psikologis, personalisasi memicu rasa memiliki dan validasi emosional sehingga hadiah terasa lebih bermakna. Saat nama atau identitas ditambahkan, produk gak lagi sekadar barang, melainkan menjadi bagian dari diri.

Usaha yang kita keluarkan sering kali lebih berharga daripada harga materi hadiah itu sendiri. Seperti halnya karya DIY pada umumnya, hadiah ini pasti unik dan satu-satunya alias gak ada yang sama persis dengan buatan kita. Hal ini membuat hadiah terasa lebih spesial, seolah menjadi versi limited edition yang hanya dimiliki oleh penerimanya. Dengan begitu, penerima gak hanya menerima hadiah, tetapi juga merasakan perhatian dan kedekatan yang nyata dari pemberinya. Keren banget, ya?

Memberi hadiah gak selalu soal harga atau kemewahan, tapi tentang bagaimana hadiah itu bisa menyampaikan perhatian, cinta, dan kedekatan secara tulus. Dengan 8 ide kado dan makna psikologisnya ini, kamu bisa merayakan Valentine dengan cara yang lebih personal, hangat, dan bermakna!

Editorial Team