Kecerdasan buatan (AI) kini makin akrab dengan aktivitas kencan sehari-hari. Para lajang di Asia pun mulai menerimanya, tetapi dengan sikap yang tetap hati-hati. Mereka melihat AI berguna untuk penyaringan, keamanan, dan efisiensi, namun tetap menarik batas tegas ketika menyangkut urusan perasaan.
Berdasarkan The Singles Dating Survey, sebanyak 61 persen lajang percaya bahwa pendamping berbasis AI tidak akan pernah mampu menggantikan kedalaman emosional dalam hubungan antarmanusia. Meski berbagai platform kencan bereksperimen dengan profil berbasis AI, chatbot, hingga companionship virtual, mayoritas responden tetap menilai cinta tidak bisa dialihdayakan.
