ilustrasi pasangan idaman (pexels.com/ Jonathan Borba)
Jika putus sudah menjadi kesepakatan bersama, maka setelahnya bertanggung jawablah. Dalam arti, kamu harus bisa merelakan hubungan, menerima kenyataan, dan membangkitkan diri dari pedihnya dampak patah hati.
Membatasi komunikasi bermanfaat baik untukmu, khususnya dalam upaya menjalankan pertanggungjawaban tersebut. Jika berhasil melakukannya, maka manfaat baiknya adalah kamu bisa bangkit dari keterpurukan kisah cinta di masa lalu. Tentu saja, ada kabar baik lagi yaitu sosok yang tepat dapat segera datang di saat kamu benar-benar sudah memaafkan, menerima, dan tak lagi bersedih.
Menjalin komunikasi dengan mantan kekasih sebagai bentuk pertemanan tidak dilarang. Hal tersebut menjadi pilihan setiap individu. Namun, pastikan kamu sudah move on dulu. Lalu, pikirkan juga apa tujuanmu masih menjalin komunikasi meski hubungan asmara telah diakhiri.
Beberapa orang memilih tetap berkomunikasi setelah statusnya bukan lagi pasangan. Memang ada yang berhasil menjadi teman, bahkan sahabat. Namun bagi kamu yang belum memiliki tujuan jelas, lebih baik batasi diri saja dulu dalam berkomunikasi sambil fokus melanjutkan hidupmu.