Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan kekasih
ilustrasi pasangan menikah (freepik.com/freepik)

Di era modern seperti sekarang, konsep pernikahan semakin bergeser ke arah kebebasan memilih pasangan berdasarkan cinta dan kecocokan pribadi. Media sosial, aplikasi kencan, dan lingkungan kerja membuat orang lebih mudah mengenal calon pasangan secara mandiri. Oleh karena itu, perjodohan sering dianggap sebagai cara lama yang sudah tak sesuai dengan gaya hidup generasi saat ini.

Namun di sisi lain, perjodohan masih terjadi di banyak keluarga dan budaya, termasuk di Indonesia. Tidak sedikit pasangan yang menikah karena dikenalkan oleh orang tua, kerabat, atau komunitas tertentu. Pertanyaannya, apakah menikah karena perjodohan masih relevan di zaman sekarang? Simak penjelasan di bawah ini, yuk!

1. Perjodohan kini tak lagi sama seperti dulu

ilustrasi cewek dan cowok berkenalan (freepik.com/jcomp)

Perjodohan di masa lalu sering identik dengan paksaan dan minim pilihan. Banyak orang menikah tanpa benar-benar mengenal pasangannya terlebih dahulu. Hal ini membuat perjodohan terkesan kaku dan kurang manusiawi bagi generasi sekarang.

Saat ini, konsep perjodohan sudah jauh lebih fleksibel. Orang tua biasanya hanya berperan sebagai perantara untuk mengenalkan dua orang, bukan penentu mutlak. Keputusan tetap berada di tangan pasangan, sehingga perjodohan lebih mirip proses ta’aruf atau perkenalan terarah.

2. Keuntungan menikah lewat perjodohan

ilustrasi pasangan menikah (freepik.com/wirestock)

Salah satu keuntungan perjodohan adalah adanya pertimbangan keluarga sejak awal. Latar belakang pasangan biasanya sudah diketahui, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga nilai-nilai hidup. Hal ini bisa meminimalkan konflik besar di kemudian hari.

Selain itu, perjodohan sering didasari tujuan serius, yaitu pernikahan, bukan sekadar hubungan coba-coba. Banyak orang merasa proses ini lebih efisien karena tidak membuang waktu pada hubungan yang tidak jelas arahnya. Bagi sebagian orang, ini justru terasa lebih aman secara emosional.

3. Tantangan pernikahan karena perjodohan

ilustrasi pasangan kekasih sedang bertengkar (poexels.com/timurweber)

Meski terlihat praktis, perjodohan tetap memiliki tantangan besar, yaitu kurangnya proses jatuh cinta secara alami. Tidak semua orang bisa langsung nyaman dengan pasangan yang baru dikenal. Jika komunikasi tidak dibangun dengan baik, hubungan bisa terasa hambar atau terpaksa.

Tekanan keluarga juga bisa menjadi masalah tersendiri. Ada pasangan yang merasa sulit menolak karena takut mengecewakan orang tua. Jika keputusan menikah tidak lahir dari keinginan sendiri, risiko penyesalan di masa depan akan lebih besar.

4. Pandangan generasi muda terhadap perjodohan

ilustrasi pasangan kekasih (freepik.com/freepik)

Generasi muda cenderung lebih kritis terhadap konsep perjodohan. Mereka ingin mengenal pasangan secara emosional, mental, dan karakter sebelum memutuskan menikah. Cinta, kenyamanan, dan kesetaraan menjadi faktor penting dalam hubungan modern.

Namun, tidak sedikit anak muda yang mulai melihat perjodohan sebagai alternatif. Terutama bagi mereka yang lelah dengan hubungan yang tidak pasti atau pengalaman patah hati berulang. Perjodohan modern dianggap sebagai jalan tengah antara tradisi dan kebutuhan zaman sekarang.

5. Jadi, masih relevankah perjodohan?

ilustrasi pasangan menikah (freepik.com/freepik)

Perjodohan masih relevan selama dilakukan dengan cara yang sehat dan tanpa paksaan. Kunci utamanya adalah adanya ruang untuk saling mengenal, berkomunikasi, dan membuat keputusan sendiri. Tanpa unsur ini, perjodohan justru bisa menjadi sumber masalah dalam pernikahan.

Pada akhirnya, relevan atau tidaknya perjodohan tergantung pada diri sendiri dan nilai hidup masing-masing. Baik menikah karena cinta maupun perjodohan sama-sama bisa berhasil jika dibangun dengan komitmen, komunikasi, dan saling menghargai. Karena pernikahan bukan tentang bagaimana pasangan bertemu, tetapi tentang dua orang tumbuh bersama setelahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy