Perjodohan dari orangtua biasanya datang saat kita belum sepenuhnya siap secara emosional maupun mental. Di satu sisi, ada keinginan untuk menghargai niat baik mereka, tapi di sisi lain kamu merasa tertekan. Perasaan campur aduk ini wajar banget dan sering dialami banyak anak dewasa. Menolak mentah-mentah justru bikin konflik, sementara menerima tanpa kesiapan pasti akan menyakiti diri sendiri.
Menerima perjodohan dengan lapang dada gak hanya soal pasrah, tapi lebih kepada mengelola perasaan dengan lebih dewasa. Kamu harus punya ruang untuk berpikir, menimbang, dan mengenali diri sendiri. Proses ini membutuhkan kesadaran, bukan paksaan. Lewat beberapa tips sederhana berikut ini, kamu bisa menerima perjodohan dari orangtua tanpa tertekan dan drama. Jadi lebih tenang!
