Obrolan soal menikah sering muncul bukan dari pasangan, melainkan dari meja makan keluarga, undangan reuni, sampai percakapan santai yang awalnya tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi. Di banyak situasi, pernikahan masih dianggap sebagai penanda bahwa seseorang telah selesai menata hidup, sehingga pilihan untuk tidak segera menikah kerap memicu komentar yang sama berulang kali.
Akibatnya, sebagian orang mulai melihat menikah bukan sebagai keputusan individu atau personal, melainkan langkah agar tidak terus berada dalam sorotan di lingkungan. Fenomena ini membuat alasan di balik pernikahan menjadi lebih beragam, tidak selalu berangkat dari cinta yang menggebu-gebu antara kamu dan pasangan. Lantas, bolehkah menikah bukan karena cinta tetapi tuntutan sosial? Berikut jawaban selengkapnya!
