Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
The Fault in Our Stars.
film The Fault in Our Stars (dok. 20th Century Fox/The Fault in Our Stars)

Intinya sih...

  • The Idea of You – Robinne Lee: Solène jatuh cinta pada bintang pop muda, tapi harus memilih antara kebahagiaan pribadi dan tanggung jawab sebagai ibu.

  • The Song of Achilles – Madeline Miller: Kisah cinta Achilles dan Patroclus penuh pengorbanan dan takdir tragis.

  • One Day – David Nicholls: Emma dan Dexter tidak pernah menemukan momen yang tepat untuk hubungan mereka, mengingatkan bahwa waktu tidak selalu memberi kesempatan kedua.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua cerita cinta ditakdirkan berakhir dengan bahagia. Di balik janji manis, pertemuan tak terduga, dan perasaan yang tumbuh perlahan, ada kisah-kisah yang justru berakhir dengan kehilangan. Novel-novel seperti ini sering kali terasa lebih nyata karena mencerminkan kenyataan hidup yang tidak selalu berpihak pada cinta.

Justru karena itulah, kisah cinta yang berakhir pahit sering membekas lebih lama di hati pembaca. Mereka mengajarkan bahwa mencintai tidak selalu tentang memiliki, dan kebahagiaan kadang datang hanya sebentar. Berikut tujuh novel yang membuktikan tak semua cinta berakhir bahagia.

1. The Idea of You – Robinne Lee

The Idea of You (robinnelee.com)

Novel menceritakan Solène, seorang ibu tunggal yang sama sekali tidak pernah membayangkan akan jatuh cinta pada bintang pop muda. Awalnya, pertemuan mereka terasa seperti kebetulan aneh yang tidak akan berarti apa-apa. Namun, seiring waktu, hubungan itu berubah menjadi sesuatu yang intens, meski dikelilingi oleh perbedaan usia dan tekanan publik.

Novel ini tidak hanya bicara tentang romansa yang tak biasa, tetapi juga tentang harga yang harus dibayar saat cinta bertabrakan dengan realitas. Solène harus menghadapi pilihan sulit antara kebahagiaan pribadi dan tanggung jawabnya sebagai ibu. Akhir ceritanya terasa pahit, membuktikan bahwa cinta yang besar pun tidak selalu cukup untuk mengalahkan keadaan.

2. The Song of Achilles – Madeline Miller

buku The Song of Achilles (madelinemiller.com)

Madeline Miller menghidupkan kembali kisah Achilles dan Patroclus dengan sudut pandang yang lebih intim dan emosional. Hubungan mereka digambarkan dengan sangat lembut, penuh ketulusan, dan perlahan tumbuh menjadi cinta yang dalam. Bahasa yang digunakan terasa puitis, membuat pembaca benar-benar larut dalam dunia Yunani kuno yang tragis.

Namun, seperti mitos aslinya, kisah cinta ini tidak pernah menjanjikan kebahagiaan. Takdir, perang, dan pengorbanan menjadi bayang-bayang yang tak terelakkan. Novel ini meninggalkan perasaan pilu karena menunjukkan bahwa cinta sejati pun bisa hancur oleh nasib yang kejam.

3. One Day – David Nicholls

buku One Day (waterstones.com)

Emma dan Dexter bertemu di satu hari penting yang terus berulang sepanjang hidup mereka di tanggal 15 Juli. Setiap tahun, pembaca diajak melihat bagaimana hubungan mereka berubah, dari penuh harapan, kebingungan, hingga penyesalan. Hubungan mereka terasa sangat manusiawi, penuh kesalahan kecil dan kesempatan yang terlewatkan.

Yang membuat One Day begitu menyakitkan adalah kesadaran bahwa waktu tidak selalu memberi kesempatan kedua. Cinta mereka tumbuh, tapi tidak pernah benar-benar menemukan momen yang tepat. Akhir cerita ini menjadi pengingat pahit bahwa terkadang, kita menyadari arti seseorang justru saat sudah terlambat.

4. A Walk to Remember – Nicholas Sparks

A Walk to Remember (nicholassparks.com)

Novel ini membawa pembaca pada kisah cinta sederhana antara Landon Carter dan Jamie Sullivan. Awalnya, hubungan mereka terasa polos dan manis, jauh dari kesan dramatis. Namun perlahan, cerita berubah menjadi perjalanan emosional yang menyentuh tentang cinta dan kehilangan.

Terinspirasi dari kisah nyata, A Walk to Remember terasa sangat personal dan menyayat hati. Cinta Landon kepada Jamie tidak berakhir dengan kebersamaan, tetapi dengan kenangan yang melekat seumur hidup. Novel ini menegaskan bahwa cinta sejati tidak selalu diukur dari lamanya waktu bersama.

5. Me Before You – Jojo Moyes

Me Before You (waterstones.com)

Will Traynor dan Louisa Clark datang dari dunia yang sangat berbeda. Pertemuan mereka awalnya canggung, bahkan terasa mustahil untuk berkembang menjadi sesuatu yang berarti. Namun seiring waktu, hubungan mereka tumbuh menjadi ikatan emosional yang kuat dan saling mengubah.

Yang membuat kisah ini begitu memilukan adalah keputusan besar yang harus dihadapi di akhir cerita. Cinta di sini tidak cukup untuk menghapus rasa sakit, trauma, dan pilihan hidup yang kompleks. Me Before You menunjukkan bahwa mencintai seseorang juga berarti menghormati keputusan yang paling menyakitkan.

6. The Time Traveler’s Wife – Audrey Niffenegger

The Time Traveler’s Wife (goodreads.com)

Cinta Clare dan Henry sejak awal sudah rumit karena waktu tidak pernah berpihak pada mereka. Dengan kondisi Henry yang bisa berpindah waktu secara tak terduga, hubungan mereka selalu dibayangi perpisahan. Bahkan momen bahagia pun terasa rapuh karena bisa terhenti kapan saja.

Novel ini menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang bertahan di tengah ketidakpastian. Meski penuh kesetiaan dan pengorbanan, hubungan mereka tetap tidak lepas dari kehilangan. Akhir ceritanya mengingatkan bahwa cinta bisa sangat kuat, tetapi tidak selalu mampu mengalahkan takdir.

7. The Fault in Our Stars – John Green

buku The Fault in Our Stars (goodreads.com)

Kisah Hazel dan Augustus adalah salah satu cerita cinta paling menyedihkan dalam sastra modern. Keduanya bertemu dalam situasi yang jauh dari ideal, di tengah penyakit dan ketidakpastian hidup. Namun justru di sanalah mereka menemukan makna cinta yang sederhana namun mendalam.

Novel ini tidak mencoba memberikan harapan palsu. Sejak awal, pembaca sudah tahu bahwa waktu mereka terbatas. The Fault in Our Stars mengajarkan bahwa cinta tidak harus panjang untuk menjadi berarti, dan kehilangan adalah bagian tak terpisahkan dari mencintai.

Ketujuh novel yang membuktikan tak semua cinta berakhir bahagia bisa membuka mata pembaca tentang realita asmara. Ada kisah yang berakhir dengan perpisahan, kehilangan, atau keputusan pahit yang tak bisa dihindari. Dari semua kisah di atas, novel mana yang paling membuat hati kamu ikut hancur?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team