Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pacarmu Kutu Buku? Ini 9 Manfaat yang Bakal Kamu Dapatkan Darinya
hallyusg.net

Ada orang yang enggan mengulik deretan buku. Adapula mereka yang gemar sekali menenggelamkan diri ke dalam balutan kata-kata dari sebuah buku favorit. Bahkan aroma khas buku menjadi suatu hal yang memantik antusiasme untuk segera melahap bacaan tersebut. Nah, termasuk pasanganmu itu.

Kamu yang memiliki sosok tersayang dengan hobi membaca buku pastinya suda kadung lazim dengan kebiasaannya. Misalnya bagaimana dia memperlakukan buku-bukunya, di mana saja toko buku atau perpustakaan yang langganan dikunjunginya, karakter dan pola pikirnya yang secara tidak langsung berkembang melalui buku, bahkan ketika tak jarang kamu sempat agak diacuhkan ketika kalian kencan ke toko buku atau ketika dia tengah sibuk membaca buku.

Yuk, intip keuntungan bagimu yang punya pasangan seorang pecinta buku!

1. Dia menemukan kenyamanan dalam kesederhanaan

pexels.com

Dapat dikatakan bukanlah sesuatu yang cukup memusingkan kepala untuk memberinya hadiah. Kamu tak harus merogoh kocek yang dalam untuk mentraktirnya makan di restoran mahal, menghadiahinya tas branded, mengajaknya berwisata keluarga negeri, membelikannya gadget terbaru, ataupun sekedar memfasilitasi perawatan kecantikannya di spa ternama.

Cukup dengan satu buku favoritnya saja sudah mampu membuat dia merasa bahagia. Dari sesuatu yang mungkin dimatamu hanyalah hal kecil, akan tetapi merupakan salah satu sumber kenyamanan baginya. Sebab, baginya bahagia itu sederhana.

Bahkan lignin (semacam zat kayu) yang terdapat pada kertas dan bercampur dengan senyawa kimiawi yang dilepaskan dari tinta dan lem yang pada akhirnya menciptakan aroma khas buku itu saja sudah mampu menenangkannya. Pantas saja, sebab bau buku yang tercium seperti kombinasi antara aroma rumput, aroma asam, dan aroma vanili ini  memang digunakan juga sebagai aroma terapi.

2. Dia lebih peka sebab intuisinya lebih terasah

pexels.com

Baik penggemar bacaan fiksi ataupun non-fiksi, tentunya dia telah terbiasa menyimpulkan makna dibalik kata-kata yang tersirat. Bahkan, dalam satu kalimat sederhana saja terkadang mengandung beragam interpretasi. Secara tidak langsung pula, kepekaannya terhadap kata-kata akan terasah.

Sehingga kamu tidak perlu lagi merasa keki apabila perkataan atau kodemu tak kunjung dipahami olehnya. Dia bukannya tidak merasakan makna dibalik ucapanmu itu apabila kamu mendapati dia tidak menanggapinya atau malah memberi respon tak seperti yang kamu harapakan.

Dia menangkap maksudmu. Namun, dia juga memiliki asumsi tersendiri terkait apa yang kamu ujarkan tersebut. Sehingga dia memilih untuk meredam atau membungkamnya terlebih dahulu daripada terburu-buru merespon dan berdampak tidak mengenakkan bagi kalian berdua. Dia hanya berhati-hati.

3. Kapasitas wawasannya relatif lebih majemuk

pexels.com

Sudah hal yang wajar apabila mereka yang gemar membaca akan memiliki kesempatan lebih besar untuk berwawasan luas. Hal ini tentu akan sangat berguna bagi hubungan kalian. Dia dapat dijadikan rekan bertukar pikiran yang pas. Kamu akan dibuat takjub dengan ide-ide yang tak pernah terpikiran olehmu sebelumnya.

Kebiasaannya menggali beragam informasi dari sekian banyak buku membuatnya lebih awas dengan isu-isu yang kelak mungkin akan ditemukan dalam kehidupan pribadinya. Sehingga dia tak kehilangan akal sebab telah terbayang-bayang perkara yang mirip dengan itu melalui bacaannya dulu.

4. Dia lebih bijak menyikapi polemik hidup

pexels.com

Bacaan yang dilahapnya memberi sebuah pemahaman akan hidup yang memang sangat kompleks. Walaupun sekilas tampak serupa, sejatinya tak ada masalah yang persis sama. Sehingga dia menjadi lebih terbiasa untuk menyikapi polemik yang datang menghampiri dengan sudut pandang yang lebih luas.

Dia enggan menghakimi pilihan hidup orang lain dengan begitu keras sebab diapun sadari bahwa dia tidak merasakan seperti apa yang orang tersebut lalui. Sehingga diapun sadar bahwa tak ada haknya untuk ikut campur perkara orang lain ketika orang tersebut bahkan tidak berkeinginan untuk digubris. Namun, dia akan sedia ketika memang situasinyalah yang mengharuskan dia untuk terlibat. Dia tahu bagaimana harus memosisikan diri.

Deretan kata dari kisah hidup tokoh inspiratif yang pernah dibacanya agaknya telah membuka matanya tentang beragam kisah hidup lengkap dengan jatuh-bangunnya. Dia meyakini bahwa adalah hal yang wajar apabila suatu ketika diuji dalam kehidupan. Dari sana pula dia dapat memetik hikmah, merengkuh inspirasi, dan menanam motivasi untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Buku telah membekalinya wawasan yang mumpuni secara teori. Kemudian tibalah saatnya dia mengaplikasikannya dalam keseharian. Sembari terus beradaptasi sesuai situasi yang benar terjadi di dunia nyata. Jadi, dia tak hanya akrab dengan teori semata tapi juga luwes soal pengalaman nyata.

5. Dia cenderung mahir dalam mengekspresikan diri

pexels.com

Terbiasa tenggelam dalam sekian bacaan tentu akan berimbas pada perbendaharaan kata yang jauh lebih variatif. Misalnya buku fiksi, dimana kisah yang diramu tersebut secara tidak langsung membawa emosinya ikut hanyut dalam balutan cerita yang apik.

Sehingga tak heran apabila dia lebih piawai dalam mengungkapkan sejatinya yang dirasa atau berputar-putar di kepalanya. Dia dapat dengan lugas mengungkapkan isi hatinya dalam bentuk tulisan ataupun lisan. Buku melatih kepekaannya dalam bermain kata.

Selain itu, deretan katanya pun tidak terkesan receh melainkan ada rasa yang kuat dalam setiap kalimatnya. Pantas saja, kata-katanya bahkan sanggup membuat pasangannya merasa begitu mengena. Dan, agaknya diapun termasuk tipe pasangan yang romantis, ya.

6. Dia sangat menghargai sebuah proses

pexels.com

Melalui kebiasaan membaca yang dimulai dari halaman awal hingga tutup buku tersebut, diapun sangat memahami bahwa sebuah akhir tidak akan pernah dicapai tanpa adanya suatu proses yang berawal dari sebuah permulaan. Dimana proses tersebut merupakan hal yang begitu kompleks dan butuh perjuangan menuju akhir yang dikehendaki.

Dia bukanlah sosok yang berorientasi pada hasil melainkan lebih menekankan pada proses menuju hasil tersebut. Oleh sebab itu, jangan heran apabila dia begitu mengapresiasi usaha-usahamu dalam meraih sesuatu. Dia bahkan mungkin juga turut serta membantu dalam mewujudkan mimpimu.

Dia sangat meyakini bahwa proses adalah poin krusial dalam merampungkan suatu tujuan. Terlepas dari bagaimana akhirnya nanti, dia akan berlapang dada memetik pelajaran dari proses panjang yang telah dilalui. Selain itu, dia agaknya juga adalah tipe yang setia sebab kesediaan menjalani sebuah proses itu memakan waktu dan keteguhan yang mumpuni.

7. Dia tidak akan bergantung padamu karena alasan sepi atau sendiri

pexels.com

Baginya, buku bukan sekedar helaian kertas saja melainkan telah dianggap sebagai seorang sahabat. Bersama buku dia dapat menghabiskan waktunya dengan bermakna. Sehingga dia tidak akan merengek manja padamu untuk menemaninya di kala sepi atau sendiri. Sebab, dia lebih memilih untuk bersikap mandiri.

Pola pikirnya sudah terbilang cukup matang untuk memahami bahwa kamu tidak wajib bersamanya selama 24 jam. Dia mengakui bahwa di hidupmu tak hanya ada dia. Masih banyak sosok lain yang juga membutuhkanmu ataupun mimpi-mimpi yang menunggumu untuk mewujudkannya.

Buku memang tidak mampu bersuara dan menjawab keluh-kesahnya seperti layaknya manusia. Akan tetapi, dari buku pulalah dia belajar untuk menerima bahwa ada kalanya dialah yang harus mengatasi resahnya sendiri tanpa menyeret orang lain yang tak ada sangkut paut dengan perkaranya. Sebab sejatinya, hanya orang bersangkutan tersebutlah yang mampu merubah jalannya.

Bahagia itu ditentukan dari dalam dirimu sendiri. Kamulah yang membuat dirimu bahagia atau malah sebaliknya. Jangan lupa bahagia, ya.

8. Dia tidak memaknai pribadi seseorang secara dangkal

pexels.com

Dia yang gemar membaca tentu sudah kadung lazim bahwa kualitas bacaan tidak serta merta dipatok dari sampul buku. Dia yang telah berpengalaman melumat berbagai buku tentu pernah menemukan buku bersampul menarik tapi ternyata menyajikan bacaan yang tak terlampau bermutu. Begitupun dengan pribadi manusia.

Dia tidak kontan melabeli seseorang dari tampilan luar saja. Baginya, menakar pribadi seseorang itu ibarat membaca sebuah buku. Memang perlu untuk menyelaminya dulu supaya mendapat kesimpulan yang padu. Oleh sebab itu, dia tidak akan terburu-buru menilai bagaimana sosok pribadi individu.

Dia mungkin terbilang cukup cermat dalam berspekulasi. Bahkan agaknya dari hal itu pulalah dia cenderung adalah tipe pasangan yang pengertian.

9. Baginya bahagia itu sederhana, termasuk ketika menikmati hening berdua

pexels.com

Kebersamaan kalian akan tetap bermakna walau tanpa banyak kata. Bahkan cukup dengan menikmati momen hening berdua saja sudah menghadirkan nyaman dihatinya. Dia tidak menuntutmu untuk membawanya ke restoran bintang lima, konser musik dari penyanyi ternama, atau bahkan liburan ke berbagai negara. Berada di sampingmu saja sudah cukup baginya. Baginya, bahagia itu sederhana.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team