Ilustrasi hubungan (pexels.com/Budgeron Bach)
Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa pria lebih sering terlibat dalam perselingkuhan dibanding perempuan. Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, maupun psikologis. Beberapa studi juga menyebutkan bahwa dorongan ego, kebutuhan validasi, dan kurangnya kepuasan emosional di hubungan utama menjadi alasan umum di balik perilaku tersebut.
Psikoterapis ternama Esther Perel dalam bukunya The State of Affairs: Rethinking Infidelity, menjelaskan bahwa seseorang bisa tetap mencintai pasangan utamanya, namun terlibat dalam hubungan lain karena kebutuhan emosional atau identitas diri yang tidak terpenuhi.
"Selingkuh tidak selalu tentang kurangnya cinta pada pasangan utama. Sering kali, itu tentang keinginan akan diri yang berbeda, versi diri yang lebih hidup, lebih diinginkan, atau lebih bebas," tutur Esther Perel, Psikoterapis & Penulis Buku The State of Affairs.
Dari sini, kita bisa tahu bahwa sebagian pria berselingkuh bukan karena sudah tidak mencintai pasangannya, tapi karena ingin merasakan sensasi emosional baru yang membuat mereka merasa hidup kembali. Dorongan ini sering muncul dari rasa bosan, kurangnya perhatian, atau keinginan untuk membuktikan diri masih diinginkan.