Buatmu yang seorang suami. Apakah kamu familier dengan pengalaman diomeli istri gara-gara pulang kantor membawa bekal yang masih utuh? Atau, entah dengan cara apa ia tahu bahwa bekal yang dibawakannya dikasihkan ke orang lain.
Akibatnya, sekarang dirimu rela berhenti di tepi jalan dalam perjalanan pulang buat menghabiskan bekal dulu. Sekalipun tadi kamu telah makan siang di kantin. Padahal, nanti di rumah kamu kembali makan malam.
Dirimu terancam kekenyangan, tetapi daripada istri marah-marah lagi. Sebenarnya, apa sebab istri marah kalau suami gak memakan bekal? Kenapa hal ini bisa dianggap sangat serius? Bukankah kamu juga yang memberinya uang belanja? Yuk, latihan memahami kekecewaan pasangan di balik bekal yang tidak disantap olehmu.
