ilustrasi berpikir kritis dalam mengenali seseorang (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Jatuh cinta memang terkadang di luar logika. Namun, pola pikir kritis sebaiknya tetap dijaga, karena dapat melindungimu dari perasaan takut jatuh cinta. Ketika hubungan yang telah berlalu sudah membuatmu penuh rasa ragu untuk membuka hati bagi orang baru, maka belajarlah dari pengalaman tersebut.
Mungkin saja, dulunya kamu kurang kritis dalam proses pendekatan. Sehingga, kurang tepat menilai sosok yang layak dijadikan pasangan. Untuk itu, hilangkan keraguanmu dan beranikan diri menerima orang baru yang ingin mengisi hatimu.
Akan tetapi, dengan pemikiran yang lebih kritis lagi, ya. Misalnya, melihat kepribadiannya secara lebih detail, mengamati apakah dia sosok yang mampu saling menghargai dan mempercayai, sering melakukan diskusi untuk mengetahui visi misinya terkait hubungan asmara, dan hal lainnya.
Proses move on setiap orang berbeda. Tapi agar tak terlalu lama untuk bisa kembali menerima hadirnya orang baru, cobalah kamu lakukan kelima solusi asmara di atas.
Jatuh cinta itu anugerah terindah, maka jangan takut jika ada sosok baru yang mendekatimu. Hadirnya orang baru justru memberimu pembelajaran tentang bagaimana seharusnya menyeimbangkan pikiran dan rasa.
Beranilah untuk didekati, dan jika kenyamanan, kecocokan, dan keyakinan untuk kembali merajut hubungan muncul di hatimu. Tak ada salahnya menerima cintanya. Jatuh cinta akan terasa indah, jika kamu bersedia terlibat di dalamnya.