Dalam setiap hubungan, baik itu hubungan romantis, persahabatan, maupun relasi kerja, selalu terdapat dinamika yang naik turun. Tidak semua fase dalam hubungan berjalan mulus, karena setiap individu memiliki emosi, latar belakang, dan karakter yang berbeda. Salah satu fase yang sering kali menimbulkan keretakan jika tidak dihadapi dengan bijaksana adalah fase anger atau kemarahan.
Kemarahan dalam hubungan bukan sekadar ledakan emosi sesaat, tetapi bisa menjadi sinyal adanya masalah mendasar yang belum terselesaikan. Bila tidak diantisipasi, fase anger dapat menumbuhkan jarak emosional, menurunkan rasa percaya, hingga memicu perilaku saling menyakiti. Situasi ini bukan hanya merugikan salah satu pihak, tetapi juga dapat membuat keduanya merasa terkekang dan kelelahan secara mental.
Supaya kamu dapat mengambil langkah lebih bijak, yuk simak ketujuh tanda hubunganmu mulai memasuki fase anger di bawah ini. Keep scroll down!