ilustrasi bertengkar(pexels.com/rodnaeproductions)
Pasangan yang sering membandingkan korban dengan orang lain, baik dalam hal fisik, pencapaian, atau kepribadian, juga menunjukkan tanda kekerasan verbal. Perbandingan ini dimaksudkan untuk merendahkan korban dan meningkatkan rasa ketidakamanan. Hal ini juga membuat korban merasa kurang berharga dan termotivasi untuk memenuhi ekspektasi pelaku yang tidak realistis.
Misalnya, pelaku mungkin mengatakan, "Kenapa kamu nggak bisa sesukses temanmu?" atau "Coba deh belajar dandan biar secantik dia." Komentar seperti ini menciptakan tekanan emosional yang tidak sehat dan bisa berdampak pada harga diri korban dalam jangka panjang.
Kekerasan verbal dalam hubungan sering kali dimulai dari tanda-tanda kecil yang tampaknya tidak berbahaya. Namun, jika dibiarkan, perilaku ini dapat berkembang menjadi pola yang lebih berbahaya dan merusak. Mengenali tanda-tanda awal dari kekerasan verbal sangat penting untuk mencegah dampak negatif yang lebih besar di kemudian hari.