Ilustrasi pasangan (pexels.com/Photo by Mayara Caroline Mombelli)
Banyak orang berpikir bahwa mencintai pasangan sudah cukup. Padahal, yang lebih penting adalah apakah pasanganmu merasa benar-benar 'dikenal', yakni dipahami secara dalam, bukan hanya di permukaan saja.
"Perasaan dipahami memprediksi kepuasan hubungan lebih kuat daripada perasaan mengetahui, karena peran dukungan emosional akan dirasakan dalam kepuasan hubungan" tulis dalam studi Journal of Experimental Social Psychology dari ScienceDirect.
Jadi, merasa dipahami oleh pasangan punya dampak lebih besar terhadap kebahagiaan hubungan dibanding sekadar merasa kamu mencintai mereka. Banyak orang merasa kesepian bukan karena kurang cinta, tapi karena tidak benar-benar dimengerti.
"Cinta adalah orientasi, tetapi menyaksikan adalah praktik. Kamu bisa mencintai seseorang dengan dalam, merasakan dengan tulus, sungguh-sungguh, dan tetap gagal untuk benar-benar melihat mereka. Seiring waktu, kesenjangan antara mencintai seseorang dan benar-benar mengetahui siapa mereka menjadi sumber sebagian besar penderitaan dalam hubungan," psikolog kata Mark Travers, Ph.D., dikutip dari Forbes.