Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kombinasi Kandungan Skincare yang Harus Dihindari, Picu Kerusakan!
ilustrasi melakukan rangkaian skin care (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Sudah bukan rahasia lagi jika rangkaian penggunaan skincare rutin setiap hari bisa membuat kulit wajahmu tampak lebih sehat dan segar. Sehingga, gak heran banyak orang yang berlomba-lomba membeli berbagai produk skincare untuk mendapatkan hasil terbaik bagi kulit wajahnya.

Tapi, tahukah kamu bahwa gak semua kandungan dalam skincare bisa dikombinasikan? Brooke Sikora, dokter kulit, dilansir Everyday Health, menjelaskan bila beberapa kandungan skincare gak cocok satu sama lain. Kandungan yang gak boleh dilapisi adalah bahan-bahan yang sulit untuk tetap stabil dalam formula, meningkatkan risiko iritasi secara bersamaan, hingga menghilangkan manfaat satu sama lain saat digabungkan.

Lantas, kandungan skincare apa sajakah yang gak boleh dikombinasikan? Biar gak penasaran, yuk simak informasinya di bawah!

1. Vitamin C dan niacinamide

ilustrasi produk skin care (pexels.com/cottonbro studio)

Niacinamide merupakan anti-inflamasi yang dapat mencegah peradangan di kulit seperti jerawat, eksim, rosacea, dan iritasi kulit akibat terkena sinar UV. Sementara, vitamin C adalah anti oksidan yang akan menetralisir radikal bebas. Jika dilihat sekilas, keduanya memberikan manfaat yang sangat baik untuk kulit.

Namun dikutip InstyleShari Marchbein, dokter kulit, menyebutkan, meski sama-sama antioksidan, vitamin C adalah salah satu bahan yang gak cocok dengan niacinamide. Dibutuhkan jarak waktu tertentu ketika hendak mengaplikasikan kedua bahan tersebut saat menggunakan skincare.

"Keduanya adalah anti oksidan yang sangat umum digunakan dalam berbagai produk perawatan kulit, tetapi keduanya gak boleh digunakan secara berurutan. Potensi mereka akan berkurang secara signifikan saat digunakan bersama, kecuali aplikasi diberi jarak setidaknya 10 menit antara setiap serum," imbuhnya.

2. Vitamin C dan retinol

ilustrasi serum (pexels.com/Karolina Grabowska)

Selain dengan niacinamide, vitamin C juga gak boleh dikombinasikan dengan retinol. Dr. Marchbein mengungkapkan, vitamin C dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas oksidatif dan bekerja paling baik di siang hari. Bahan ini baik untuk mencerahkan kulit dan memudarkan bintik hitam.

Kebalikan dengan vitamin C, retinol memberikan hasil terbaiknya pada malam hari. Dr. Marchbein mengatakan, retinol dan retinoid mampu membangun kolagen dan membantu memperbaiki kulit yang sangat baik digunakan pada malam hari. Karena vitamin C memberikan manfaat di siang hari, maka sebaiknya pisahkan kedua bahan tersebut karena memiliki fungsi yang berbeda.

3. Vitamin C dan AHA

ilustrasi iritasi kulit (pexels.com/Ron Lach)

AHA (alpha hydroxy acids) adalah salah satu kelompok asam. Umumnya, kandungan AHA dalam produk skincare berfungsi sebagai bahan aktif yang digunakan untuk membantu proses eksfolisasi yang bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan menghidrasi kulit agar gak kering.

Craig Kraffert, dokter kulit, dilansir Byrdie, menjelaskan, "Saat melapisi vitamin C, kamu harus memperhatikan netralisasi bahan aktif karena antioksidan seperti vitamin C, secara inheren gak stabil. Vitamin C sangat sensitif terhadap pH dan mencampurkannya dengan AHA cenderung mengurangi pengirimannya ke dalam kulit secara substansial".

Selain itu, untuk kamu yang memiliki tipe kulit sensitif, kombinasi dari kedua bahan tersebut juga berpotensi untuk mengiritasi kulit. Jadi, sebaiknya hindari menggabungkannya secara bersamaan.

4. Retinol dan AHA/BHA

ilustrasi kulit berjerawat (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Selanjutnya, bahan retinol juga gak boleh dikombinasikan dengan AHA/BHA. Kraffert mengemukakan, ada sejumlah masalah saat menggabungkan AHA atau BHA dan retinol.

Pertama, ada potensi iritasi yang meningkat dengan menggabungkan exfoliating acids (glikolat, laktat, salisilat) dengan retinol. Kemudian, ada juga masalah penonaktifan bahan.

Layaknya vitamin C, retinol juga mungkin agak gak stabil. Jadi, sebaiknya lebih hati-hati dalam menggabungkan berbagai bahan tersebut karena berisiko menyebabkan iritasi hingga eksim.

"Saya sangat memperingatkan mereka yang juga menggunakan retinol untuk jerawat atau anti penuaan, karena kombinasi dengan berbagai asam dapat menyebabkan sensitivitas kulit yang berlebihan, iritasi, dan kemerahan. Faktanya, AHA/BHA biasanya gak boleh digunakan bersamaan dengan retinol di hari yang sama," ungkap Dr. Marchbein.

5. Produk berbasis minyak dan berbasis air

ilustrasi menggunakan pelembap (pexels.com/cottonbro studio)

Selanjutnya, jangan pernah mengombinasi produk skincare yang berbahan dasar minyak dengan produk berbahan dasar air karena itu akan sia-sia. Michael Green, dokter kulit, dikutip Byrde, menjelaskan bila produk yang kamu gunakan harus punya konsistensi yang sama. Artinya, kedua bahan tersebut gak boleh berada di wajah pada saat yang bersamaan.

"Molekul minyak lebih besar daripada air dan oleh karena itu gak mudah bercampur. Kamu sebaiknya gak menggunakan produk berbahan dasar minyak dan air, karena gak akan menyerap, meninggalkan residu lengket di permukaan kulit," kata Dr. Green.

Itulah berbagai kandungan yang ada dalam produk skincare yang gak boleh dikombinasikan. Untuk menghindari dampak buruk salah memilih produk, sebaiknya sebelum beli skincare, cari tahu dulu bahan-bahan yang terkandung di dalamnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorKori