Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amalan saat Haid Agar Tetap Berpahala di Bulan Ramadan
ilustrasi perempuan (freepik.com/freepik)
  • Artikel menyoroti bahwa perempuan yang sedang haid tetap bisa meraih pahala Ramadan melalui berbagai amalan tanpa harus berpuasa atau salat.
  • Lima amalan utama yang dianjurkan meliputi bersedekah, kerja sosial, memberi makan orang berbuka, menuntut ilmu, serta memperbanyak zikir dan doa.
  • Pesan utamanya: menstruasi bukan penghalang untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah selama bulan suci Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu kesedihan yang sering dirasakan perempuan saat Ramadan adalah ketika haid datang sehingga terasa kurang maksimal menjalani ibadah. Namun, hal ini bukan alasan untuk bersedih.

Ramadan tetap bulan penuh rahmat dan pahala. Meski tidak berpuasa dan salat, Islam memberi banyak pintu kebaikan bagi perempuan yang sedang haid agar tetap meraih pahala dengan amalan lainnya. Berikut lima amalan utama yang bisa dilakukan ketika menstruasi di minggu pertama puasa!

1. Bersedekah

ilustrasi perempuan (freepik.com/freepik)

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan tidak mensyaratkan keadaan suci. Perempuan yang sedang haid, tetap dapat bersedekah dalam bentuk apa pun, baik harta, makanan, maupun bantuan kepada sesama. Keutamaan sedekah sangat besar, terlebih jika dilakukan di bulan Ramadan yang penuh pahala.

Allah SWT berfirman:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa saja yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

2. Melakukan kerja sosial

Ilustrasi berbagi (pexels.com/RDNE Stock project)

Kerja sosial adalah bentuk nyata dari tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Perempuan yang sedang haid, dapat mengisi Ramadan dengan membantu orang lain, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Misalnya ikut kerja bakti, membantu menyiapkan hidangan berbuka puasa, atau terlibat dalam kegiatan sosial di masjid dan lingkungan sekitar.

Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ

Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)

Setiap bantuan yang diberikan dengan niat ikhlas akan bernilai ibadah. Islam sangat menganjurkan umatnya untuk saling membantu dalam kebaikan, dan Ramadan adalah waktu terbaik untuk menumbuhkan kepedulian serta empati terhadap sesama.

3. Memberi makan orang yang berbuka puasa

Ilustrasi puasa (pexels.com/Gül Işık)

Memberi makan orang yang berbuka puasa adalah amalan istimewa di bulan Ramadan. Perempuan yang sedang haid dapat memperoleh pahala besar melalui peran ini, baik dengan memasak di rumah maupun berbagi makanan kepada orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Artinya: “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.”
(HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa saja yang memberi makan orang berpuasa, akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang menjalankan puasa. Amalan ini menjadi peluang besar untuk tetap meraih pahala puasa meskipun tidak sedang menjalankannya.

4. Menuntut dan mengajarkan ilmu

Ilustrasi menyambut puasa (freepik.com/freepik)

Menuntut ilmu merupakan ibadah yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat haid. Membaca buku keislaman, mengikuti kajian, mendengarkan ceramah, atau berdiskusi tentang ilmu agama termasuk amalan mulia. Bahkan, mengajarkan ilmu kepada orang lain juga bernilai sedekah.

Para ulama menjelaskan bahwa belajar adalah kebaikan, mencarinya adalah ibadah, dan mengajarkannya adalah amal yang mendekatkan diri kepada Allah. Dengan memperdalam ilmu di bulan Ramadan, perempuan yang sedang menstruasi tetap dapat meningkatkan kualitas iman dan amalnya.

5. Memperbanyak zikir, doa, dan istighfar

ilustrasi perempuan (freepik.com/freepik)

Zikir dan doa dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat haid. Memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, dan doa menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terlebih di bulan Ramadan yang memiliki malam Lailatulqadar.

Salah satu doa yang dianjurkan dibaca adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
(HR. Ahmad)

Menstruasi bukanlah penghalang untuk meraih pahala Ramadan. Dengan niat yang tulus dan amalan yang tepat, perempuan tetap dapat mengisi bulan suci dengan kebaikan, mendapatkan keberkahan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT meski tanpa berpuasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team