Andrea Neysa Ardelia, Founder gerakan Indonesia Bebas Bully (IBB). (dok. Andrea Neysa Ardelia)
Di akhir wawancara, Andrea menyampaikan pesan untuk para pelaku dan korban bullying di Indonesia. Ia menyebutkan, untuk para pelaku, entah pernah atau sedang, sadari bahwa bullying bukan hal yang keren. Bullying juga bukan untuk menaikkan derajat kita, karena gak ada baiknya sama sekali. Menurutnya, belum terlambat bagi para pelaku bullying untuk berubah.
"Bagi pelaku bullying, tenang saja, bukan berarti kamu akan jadi pelaku selamanya. Tuhan selalu memberikan setiap detik kepada manusia untuk berubah. Sadari bahwa bullying itu bukan hal baik dan segeralah berubah. Jangan malu dan segan untuk berubah menjadi lebih baik. Manfaatkan kesempatan dengan baik untuk menjadi seseorang yang lebih baik," saran Andrea.
Selain itu, Andrea juga menyampaikan pesan untuk para korban bullying di Indonesia. Sebagai orang yang pernah mendapatkan bullying, Andrea pun tahu bagaimana rasanya menjadi korban. Tentunya, itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan.
"Untuk korban, aku tahu dampaknya memang long-term dan berdampak juga pada keseharian kita. Namun, jangan sungkan untuk meminta bantuan. Karena kita sebagai manusia selalu butuh bantuan. Bangunlah support system yang sehat dan hiduplah di lingkungan sehat. Jadi, kamu gak memikul semuanya sendirian," katanya.
Andrea menambahkan, ketika jadi korban, jangan terpuruk dalam waktu yang lama. Kita memang perlu memvalidasi semua perasaan dalam diri sendiri, sedih dan menangis adalah hal yang wajar. Namun, sebaiknya jangan berlarut-larut. Jangan lupa untuk bangkit dan kembali melanjutkan kehidupan ini.
Itu dia hasil wawancara IDN Times dengan Andrea Nesya Ardelia. Apa yang dilalui oleh Andrea bisa menjadi pelajaran hidup bagi kita semua. Semangat dan keyakinannya bisa membuat Andrea menjadi pribadi yang lebih baik.
Selalu ingat bahwa jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Selain itu, jangan malas untuk peduli terhadap kasus bullying yang masih marak terjadi di negara kita.