Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi perawatan
ilustrasi perawatan (pexels.com/cottonbro studio)

Intinya sih...

  • Letybo adalah produk botulinum toxin tipe A asal Korea Selatan yang dianggap sebagai alternatif lebih terjangkau dari botox tradisional.

  • Letybo diklaim bekerja lebih cepat dan efeknya bertahan lebih lama dibandingkan dengan botox, namun klaim ini masih perlu dipandang dengan hati-hati.

  • Letybo dipasarkan dengan formulasi yang disebut lebih "murni" dan proses pembuatannya mengikuti standar penyaringan dan pemurnian ketat di Korea Selatan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Letybo adalah salah satu produk botulinum toxin tipe A asal Korea Selatan yang kini semakin dikenal di dunia estetika medis sebagai alternatif dari botox tradisional. Diproduksi oleh perusahaan farmasi Korea Hugel, letybo sebelumnya dikenal di Korea dengan nama botulax dan telah digunakan secara luas di Asia sebelum mendapatkan persetujuan resmi untuk pasar global termasuk di Amerika Serikat. Produk ini bekerja dengan cara menghambat pelepasan asetilkolin, neurotransmiter yang membuat otot berkontraksi, sehingga otot wajah menjadi lebih rileks dan garis kerutan pada kulit wajah, seperti pada dahi dan area antar alis, terlihat lebih halus setelah injeksi.

Dibandingkan dengan botox, letybo sering dipandang sebagai pilihan yang lebih terjangkau namun efektif, dengan hasil yang mulai terlihat dalam beberapa hari setelah injeksi dan efek yang umumnya bertahan beberapa bulan. Popularitasnya yang tinggi di negara-negara Asia membuatnya menjadi salah satu jenis “K-Beauty Botox” yang digemari karena kombinasi kualitas dan harga yang kompetitif, meskipun seperti semua prosedur estetika, penggunaan yang aman tetap harus melalui tenaga medis profesional. Yuk, simak selengkapnya!

1. Pengertian letybo

ilustrasi perawatan kulit (pexels.com/Anna Shvets)

"Letybo yang diproduksi oleh Hugel sangat populer di Korea, di mana ia disebut botulax. Dokter di Korea telah menggunakannya berkali-kali. Produk ini telah ada sekitar satu dekade di sana. Letybo (alias botulax) sering digunakan dalam pendekatan "terapi kombinasi" yang populer di Korea, di mana pasien mungkin mendapatkan neuromodulator, filler, skin booster (suntikan asam hialuronat dangkal untuk melembapkan kulit), dan perawatan wajah, semuanya dalam satu kunjungan selama tiga jam," kata Roy Kim , MD, seorang ahli bedah plastik bersertifikat di San Francisco, dilansir Allure.

Menurut Dr. Kim, letybo dinilai sangat cocok digunakan dalam sesi perawatan estetika berskala besar karena keunggulannya dari segi biaya. Dibandingkan neuromodulator lain, penggunaan letybo tidak terlalu meningkatkan total biaya perawatan, sehingga lebih efisien bagi klinik maupun pasien.

Ia bahkan menggambarkan, bahwa di Korea biaya perawatan menggunakan letybo bisa sangat terjangkau. Hal ini tidak terlepas dari kondisi pasar di Korea Selatan yang sangat kompetitif dengan lebih dari 70 produk neurotoksin yang bersaing.

Meskipun Botox masih dipandang sebagai produk berkualitas tinggi, harganya relatif mahal. Oleh karena itu, letybo yang juga dikenal sebagai botulax dipersepsikan sebagai alternatif yang sangat baik karena menawarkan kualitas yang sebanding dengan neuromodulator lain, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

2. Perbedaannya dengan botox

ilustrasi perawatan kulit (pexels.com/Engin Akyurt)

Seiring letybo semakin populer di kalangan ahli suntik, muncul klaim bahwa obat ini bekerja lebih cepat dan efeknya bertahan lebih lama dibandingkan neuromodulator lain. Menurut Dr. Kim, secara anekdot, letybo memang dapat memberikan hasil dalam beberapa hari, sementara hasil penuh dari botox biasanya terlihat sekitar seminggu. Hal ini membuat letybo terlihat menarik bagi pasien yang menginginkan perubahan cepat.

Namun, beberapa dokter tetap skeptis terhadap klaim “bekerja lebih cepat”. Dr. Doris Day, seorang dokter kulit bersertifikasi di New York, menekankan bahwa tidak ada neuromodulator yang memberikan efek instan, karena semua tetap membutuhkan waktu berjam-jam hingga beberapa hari untuk terlihat perubahannya. Mengenai daya tahan, menurut Dr. Day, efek letybo tampaknya sebanding dengan botox, biasanya bertahan sekitar tiga hingga empat bulan.

Shereene Idriss, MD, juga mencatat dari pengalamannya mencoba berbagai produk, seperti botox, dysport, xeomin, daxxify, dan jeuveau, bahwa performa masing-masing neuromodulator secara umum hampir sama. Bahkan, klaim awal daxxify tentang efek yang bertahan enam hingga sembilan bulan ternyata tidak sesuai dengan pengalaman praktiknya. Dengan kata lain, meski letybo menjanjikan kecepatan dan daya tahan lebih, bukti sejauh ini menunjukkan hasilnya serupa dengan neuromodulator lainnya sehingga klaim keunggulan tersebut sebaiknya dipandang dengan hati-hati.

3. Manfaat letybo

ilustrasi perawatan wajah (pexels.com/Ivan Samkov)

Dr. Jennifer Levine, MD, seorang ahli bedah plastik di New York City, dilansir Bustle menjelaskan, bahwa molekul utama yang berikatan dengan reseptor tetap sama di semua neuromodulator. Yang membedakan adalah jenis bakteri asal racun, cara persiapan, dan keberadaan protein tambahan yang menyertainya. Proses ini memengaruhi stabilitas dan konsistensi efek ketika disuntikkan.

Letybo sendiri dipasarkan dengan formulasi yang disebut lebih “murni”. Menurut Dr. Jodi LoGerfo, DNP, proses pembuatan letybo mengikuti standar penyaringan dan pemurnian ketat di Korea Selatan, sehingga racunnya stabil dan hasilnya lebih dapat diprediksi. Ia menggambarkan proses ini seperti “lapisan gelembung di sekitar toksin” yang menjaga stabilitas racun selama produksi. Secara klinis, hal ini berarti letybo bisa bekerja secara konsisten dan memberikan efek yang lebih dapat diperkirakan dibandingkan beberapa neuromodulator lain, sehingga menarik bagi praktisi yang mengutamakan keandalan hasil.

Letybo menunjukkan, meski memiliki dasar racun yang sama dengan botox, perbedaan dalam formulasi, proses produksi, dan konsistensi membuatnya menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan dalam dunia estetika. Dengan standar pemurnian yang ketat dan hasil yang dinilai stabil serta dapat diprediksi, letybo menawarkan pilihan lain bagi praktisi maupun pasien tanpa harus mengandalkan satu merek saja.

Namun seperti neuromodulator lain, efektivitas dan ketahanan hasil tetap bergantung pada respons tubuh masing‑masing individu serta keahlian tenaga medis yang menanganinya. Oleh karena itu, pemilihan produk sebaiknya dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan kebutuhan, keamanan, dan rekomendasi profesional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team