Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cerita di Balik Kostum Pangeran Ian hingga Ibu Suri di Perfect Crown
Gong Seung Yeon di Perfect Crown (x.com/DisnyPlusKR)
  • Drama Korea Perfect Crown menampilkan perpaduan unik antara tradisi dan modernitas, terutama melalui rancangan kostum karya Cho Sang Kyung yang menonjolkan karakter Pangeran Agung Ian dan Ibu Suri.
  • Cho Sang Kyung memilih warna lembut serta memadukan obangsaek dan ogansaek untuk menciptakan harmoni visual, dengan warna teal menjadi sorotan utama pada selempang upacara besar Pangeran Ian.
  • Desain kostum mempertahankan elemen hanbok tradisional sambil bereksperimen dengan bahan modern seperti renda dan payet, menghadirkan tampilan elegan namun tetap menghormati nilai budaya Korea.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Drama Korea Perfect Crown tayang sejak 10 April 2026. Drama produksi MBC ini dibintang oleh IU dan Byeon Woo Seok ini bahkan sudah mencuri perhatian sejak sebelum penanyangan.

Perfect Crown menyuguhkan drama alternatif ketika Kerajaan Korea masih berdiri di abad ke-21. Selain karena alur dan chemistry kedua pemain utamanya, kostum-kostum yang dipakai Pangeran Agung Ian hingga Ibu Suri tampak menarik untuk dibahas, loh. Ini kata perancang kostum untuk drama Perfect Crown dalam interview-nya bersama Korea Times.

1. Cheollik menegaskan karakter Pangeran Agung Ian

Cuplikan drama Korea Perfect Crown (dok. MBC/Perfect Crown)

Cho Sang Kyung merupakan 'otak' di balik kostum-kostum dalam drakor Perfect Crown. Ia ingin hanbok bukan dipandang sebagai barang bersejarah melainkan karya seni. Kalau melihat kostum yang dikenakan Pangeran Agung Ian hingga Ibu Suri, semuanya merupakan perpaduan siluet tradisional dengan sentuhan aksen modern.

Sebagai pembuka cerita, Pangeran Agung Ian tampil mengenakan cheollik yang dikenal sebagai jubah militer. Menurut Cho Sang Kyung, cheollik merupakan pakaian dalam di bawah jubah formal.

Pangeran Agung Ian mengenakan cheollik saat menghadiri perjamuan makan dengan Raja. Ini menggambarkan karakter Pangeran Agung Ian yang memberontak. Pasalnya, cheollik bukan busana yang tepat dipakai saat perjamuan makan dengan raja.

2. Memakai warna-warna halus

Gong Seung Yeon di Perfect Crown (x.com/mbcdrama_pre)

Dalam wawancaranya, Cho Sang Kyung menjelaskan mengapa dirinya memilih warna-warna yang lembut selain menggunakan lima warna tradisional. Biasa disebut obangsaek dari putih, hitam, biru, merah, dan kuning.

Untuk kostum keluarga kerjaaan, ia menggunakan warna tradisional seperti merah tua dan hijau giok. Ia juga mencari warna-warna oganseak (warna sekunder seperti ungu, biru kehijauan, kuning tua, oranye tua).

"Warna yang paling dipilih dengan cermat adalah warna teal yang digunakan untuk selempang upacara besar I-an pada poster promosi. Jika terlalu biru, akan terlihat terpisah di layar; jika terlalu merah, akan mengalihkan perhatian dari aktor. Warna tersebut membuat aktor benar-benar bersinar. Beberapa orang mungkin melihatnya sebagai "biru Tiffany," tetapi itu adalah warna yang sangat Korea," kata Cho Sang Kyung dalam wawancara tersebut.

3. Kostumnya bermain dengan bahan dan tekstur

Seong Hui Ju (IU) dan I An (Byeon Woo Seok) dalam drakor Perfect Crown (dok. Disney+/Perfect Crown)

Cho Sang Kyung tetap mempertahankan beberapa elemen tradisional. Di dalam dramanya, Ibu Suri memakai magoja (jaket luar) di atas rok bukan jeogori (blus) tradisional. Pakaian ini cocok dipakai untuk musim semi atau musim panas.

"Saya mempertahankan garis lengan melengkung tradisional, tetapi bereksperimen dengan bahan seperti renda dan payet. Selain itu, kemeja Ian dirancang dengan berbagai variasi kerah sehingga terlihat alami dan bergaya tanpa dasi," kata Cho Sang Kyung.

4. Hanbok tetap sesuai tradisi

Cuplikan drakor Perfect Crown (instagram.com/disneypluskr)

Cho Sang Kyung mengatakan, bahwa ia akan tetap berpegang pada nilai tradisional apabila ada adegan yang menggunakan hanbok tradisional.

Cho Sang Kyung kurang setuju dengan model hanbok yang sedang tren terlalu linear dan menonjolkan bentuk tubuh. Ia lebih memilih hanbok yang memberikan detail yang tak terlihat dari lekukan lengan, garis bawah, panjang dangui (pakaian kerajaan tradisional untuk perempuan), dan lapisan warna.

5. Ini penjelasan tentang hanbok Korea

Cuplikan drakor Perfect Crown (instagram.com/disneypluskr)

Hanbok Korea punya ciri khas yang berbeda dengan pakaian tradisional lain seperti qipao dari Tiongkok atau kimono dari Jepang. Hanbok Korea punya pemisah antara jeogori (blus/atasan) dan chima (rok).

Jeogori bisa dipakai di atas gaun tanpa lengan. Kalau dipakai secara longgor dan terbuka, maka tampilannya seperti memakai mantel trench. Penampilan hanbok sudah indah jika dipakai bersama kaus kaki maupun beoseomn (kaus kaki tradisional).

Secara tradisional, hanbok perlu diikat rapi dengan pita. Namun, lebih bebas kalau mengikuti modern look. Bahkan mengenakan beoseon (kaus kaki tradisional) dengan sandal pun terlihat indah.

Editorial Team