Peluncuran Riset dan Diskusi Rollercoaster Kepemimpinan Jurnalis Perempuan di Indonesia, ‘Mendobrak Stigma Mendorong Kuasa’. Senin (25/10/2021). IDN Times/Adyaning Raras
"Dari salah satu partisipan berkata, 'ini kayak rollercoaster, abis naik turun.' Seperti apa sih kondisi psikologis orang yang naik rollercoaster? Ternyata rollercoaster itu kita pecah-pecah bisa menggambarkan kepemimpinan perempuan," ungkap Ika.
Track digambarkan sebagai akar dilema, yaitu hambatan yang ada di level sosial budaya tentang budaya patriarki, stereotip, dan diskriminasi. Track ini pasti dihadapi setiap jurnalis perempuan, hanya berbeda pada ketinggan dan belokannya.
Lalu, speed merupakan hambatan yang ada di level organisasi. Organisasi yang tinggi hambatannya dikatakan memiliki speed yang tinggi, begitu juga dengan organisasi yang rendah hambatan.
Kereta menggambarkan potensi perempuan dengan pengalamannya. Jadi, ada kereta yang ukurannya besar, kecil, bagus, jelek.
Sementara sabuk pengaman adalah kondisi di mana perempuan yakin bahwa perjalanannya akan aman meskipun harus mengalami naik turun. Misalnya, kebijakan yang mendukung dan adanya funding.
Terakhir, penumpang diibaratkan jurnalis perempuan. Menurut Ika, sebenarnya pemimpin perempuan itu memiliki tantangan 2 hingga 3 kali lebih besar daripada laki-laki agar diakui.
Gambaran perjalanan karier jurnalis seperi rollercoaster yang melewati track landai terlebih dahulu. Semakin tinggi pasti akan ada hambatan yang berbeda.
Menariknya, ada perempuan yang bisa menikmati perjalanan dan ada yang tidak bisa menikmatinya. Semua tergantung pada pengaman yang merupakan tindak keadilan, kesetaraan perlakuan, pemberi hibah, maupun kebijakan.