Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kolagen Vegan dan Kolagen Hewani, Mana yang Lebih Baik?
Ilustrasi skincare (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Kolagen berperan penting menjaga elastisitas, kekenyalan, dan kelembapan kulit, namun produksinya menurun seiring usia sehingga banyak orang mencari suplemen untuk mendukung kesehatan kulit dan tubuh.
  • Kolagen hewani berasal dari jaringan hewan seperti sapi atau ikan dengan bioavailabilitas tinggi, sedangkan kolagen vegan dibuat dari bahan nabati atau hasil biofermentasi tanpa unsur hewani.
  • Kedua jenis kolagen memiliki manfaat berbeda; pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan, nilai etika, serta gaya hidup individu dalam menjaga kesehatan kulit dan keseimbangan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kolagen telah menjadi salah satu bahan populer dalam produk kecantikan dan perawatan kulit karena perannya yang penting dalam menjaga elastisitas, kekenyalan, dan kelembapan kulit. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan etis, banyak orang mulai mempertimbangkan tidak hanya manfaat kolagen itu sendiri, tetapi juga sumbernya. Di antara pilihan yang tersedia, kolagen vegan dan kolagen hewani menjadi dua kategori utama yang sering dibandingkan oleh konsumen.

Kolagen hewani tradisional biasanya berasal dari tulang, kulit, atau jaringan ikat hewan seperti sapi dan ikan, sedangkan kolagen vegan dibuat dari bahan nabati atau hasil biofermentasi tanpa bahan hewani. Perbedaan sumber ini tidak hanya memengaruhi nilai nutrisi dan cara kerja di dalam tubuh, tetapi juga berdampak pada aspek etika, keberlanjutan, serta preferensi diet individu. Oleh karena itu, memahami perbedaan antara kolagen vegan dan hewani menjadi penting bagi siapa saja yang ingin memilih suplemen yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadinya.

1. Pengertian kolagen

ilustrasi kolagen (pexels.com/Jellybee)

"Kolagen adalah protein struktural vital yang membentuk jaringan ikat tubuh kita, yang merupakan sekitar sepertiga dari total protein dalam tubuh kita. Kolagen sangat penting bagi kita. Kolagen bukan hanya komponen utama kulit kita, tetapi juga membantu mencegah pengeroposan tulang, meningkatkan kesehatan jantung, dan meredakan nyeri sendi. Kolagen juga mencegah kulit kita kendur," jelas Melissa Pfeister, Ahli Gizi Bersertifikasi, dilansir Byrdie.

Seiring bertambahnya usia, tubuh kita memproduksi lebih sedikit kolagen. Perlambatan ini menyebabkan gejala eksternal seperti kulit kendur dan keriput, serta gejala internal seperti waktu penyembuhan cedera yang lebih lama. Kolagen tersedia dalam berbagai formulasi berbeda termasuk bubuk, krim anti-kerut, dicampur dengan kopi, dalam bentuk pil, dan banyak lagi.

2. Kolagen hewan

ilustrasi skincare (pexels.com/Kaboompics)

"Dalam makanan, kolagen secara alami hanya ditemukan pada daging hewan, seperti daging sapi dan ikan yang mengandung jaringan ikat. Kolagen juga ditemukan pada tulang dan kulit ikan air tawar dan air asin. Jika saya harus memilih protein hewani, saya akan mengatakan kolagen ikan karena diserap hingga 1,5 kali lebih efisien ke dalam tubuh yang berarti memiliki bioavailabilitas yang lebih unggul daripada jenis sapi atau babi," jelas Karla De Epstein, pendiri MacroFIT.

De Epstein melanjutkan, pilihan lain untuk kolagen yang berasal dari hewan adalah kaldu tulang. Prosesnya melibatkan merebus tulang hewan dalam air dan sedikit cuka untuk membantu melarutkan tulang dan melepaskan kolagen serta mineral selama empat hingga 24 jam.

3. Kolagen vegan

Ilustrasi skincare (pexels.com/cottonbro studio)

Lonjakan kolagen nabati di pasar konsumen mungkin membuatmu percaya bahwa kolagen dapat terjadi secara alami di tumbuhan. Namun, ini tidak benar. Protein kolagen mengandung berbagai asam amino, kombinasi tepatnya tidak dapat ditemukan di alam.

"Kolagen vegan tidak berasal dari hewan, melainkan suplemen kolagen vegan terkadang berasal dari bahan-bahan yang lebih alami, seperti ragi dan bakteri, dan sering kali kolagen vegan sebenarnya tidak mengandung kolagen," jelas De Epstein.

Sebaliknya, kolagen vegan memberikan tubuhmu apa yang dibutuhkannya, seperti asam amino, vitamin, mineral, untuk meningkatkan produksi kolagenmu sendiri. Pada dasarnya, ini mendukung fungsi alami tubuh.

4. Mana yang lebih efektif?

ilustrasi skincare (pexels.com/cottonbro studio)

Baik kolagen hewani maupun kolagen vegan sama-sama dapat memberikan manfaat yang efektif, tergantung pada kebutuhan dan preferensi individu. Kolagen hewani, seperti kolagen laut dan kolagen sapi, telah lama digunakan dan didukung oleh berbagai penelitian yang menunjukkan perannya dalam membantu menjaga kesehatan kulit, sendi, dan jaringan tubuh. Bagi kamu yang tidak menjalani pola makan nabati dan merasa nyaman dengan sumber hewani, jenis kolagen ini bisa menjadi pilihan yang praktis dan terpercaya.

Namun bagi kamu yang mengutamakan gaya hidup vegan, keberlanjutan, serta aspek keamanan jangka panjang, kolagen berbasis teknologi modern dapat menjadi solusi menarik. Dengan dukungan sains dan proses yang lebih ramah lingkungan, pilihan ini menawarkan manfaat tanpa harus mengorbankan nilai etika maupun kesehatan.

Memilih antara kolagen vegan dan kolagen hewani pada akhirnya bergantung pada tujuan, nilai pribadi, dan kondisi tubuh masing-masing individu. Kedua jenis kolagen ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, sehingga pertimbangan menyeluruh diperlukan sebelum menentukan pilihan. Dengan informasi yang tepat tentang masing-masing kolagen, kamu dapat membuat keputusan yang paling cocok untuk mendukung kesehatan kulit dan gaya hidup secara keseluruhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team