Kolagen telah menjadi salah satu bahan populer dalam produk kecantikan dan perawatan kulit karena perannya yang penting dalam menjaga elastisitas, kekenyalan, dan kelembapan kulit. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan etis, banyak orang mulai mempertimbangkan tidak hanya manfaat kolagen itu sendiri, tetapi juga sumbernya. Di antara pilihan yang tersedia, kolagen vegan dan kolagen hewani menjadi dua kategori utama yang sering dibandingkan oleh konsumen.
Kolagen hewani tradisional biasanya berasal dari tulang, kulit, atau jaringan ikat hewan seperti sapi dan ikan, sedangkan kolagen vegan dibuat dari bahan nabati atau hasil biofermentasi tanpa bahan hewani. Perbedaan sumber ini tidak hanya memengaruhi nilai nutrisi dan cara kerja di dalam tubuh, tetapi juga berdampak pada aspek etika, keberlanjutan, serta preferensi diet individu. Oleh karena itu, memahami perbedaan antara kolagen vegan dan hewani menjadi penting bagi siapa saja yang ingin memilih suplemen yang sesuai dengan kebutuhan dan nilai pribadinya.
