Maureen Kartika (instagram.com/maureenkartika)
Sejak kecil, Maureen memiliki motorik yang lemah sehingga mengharuskannya menggunakan kursi roda ke mana pun. Namun, kondisi tersebut gak menghalanginya untuk menjalani kehidupan seperti orang lain pada umumnya.
Melalui Maureen, kita bisa melihat bahwa penyandang disabilitas gak melulu keterkungkung dalam keterbatasannya. Justru keterbatasan fisik yang mungkin tidak dialami orang lain, menjadi senjatanya untuk berkembang menjadi seseorang dengan mental baja.
“Aku kuliah di Psikologi. Jadi dari SMA, aku pengen jadi psikolog yang buka praktek sendiri,” ujar lulusan Universitas Atmajaya Jakarta ini.
Maureen bukan seorang yang mudah berputus asa. Dirinya merupakan bukti bahwa semua orang berhak mendapatkan pendidikan terlepas dari apa pun keadaannya. Ia pun mulai merambah ke dunia konten kreator untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga punya potensi dan kesempatan besar di luar sana.
“Aku mau buktikan kalau seorang disabilitas tuh juga punya skill. Salah satunya skill makeup dan kita berhak punya tempat juga di dunia beauty. Kita juga udah tahu kok banyak beauty influencer disabilitas di luar sana. Jadi kenapa di Indonesia gak bisa? Aku mau mematahkan stigma negatif itu,” katanya.
Itulah mengapa di tengah-tengah kejenuhannya mengerjakan skripsi, Maureen memilih untuk membuat konten. Berawal dari menonton beauty vlogger, akhirnya Maureen banyak memanfaatkan media sosial seperti Instagram, YouTube, dan TikTok untuk berbagi banyak hal.