Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seorang wanita becermin (freepik.com/kroshka__nastya)
ilustrasi seorang wanita becermin (freepik.com/kroshka__nastya)

Intinya sih...

  • Terlalu lama terpapar sinar matahari dapat menghambat proses pengelupasan kulit secara alami, menyebabkan penumpukan sel kulit mati dan kulit kusam.

  • Penuaan kulit secara alami menghambat produksi sel baru dan pengelupasan sel kulit, serta menurunkan tingkat hidrasi di dalam kulit.

  • Tidak membersihkan wajah dengan benar, melewatkan eksfoliasi, dan kurangnya perhatian terhadap kebersihan wajah juga bisa menyebabkan penumpukan sel kulit mati.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika kamu merasa akhir-akhir ini wajahmu tampak kusam, tekstur kulit menjadi kasar, dan sering timbul jerawat, bisa jadi itu pertanda bahwa sel kulit mati di wajahmu sudah menumpuk. Menurut dokter kulit bersertifikat yang berbasis di NYC, Hadley King, MD, sel-sel kulit mati letaknya berada di lapisan terluar kulit. Itu sebabnya ketika sel kulit mati menumpuk, kulit akan tampak lebih kusam, pori-pori jadi tersumbat, dan mudah mengalami jerawat.

“Pada dasarnya, kulit kita secara alami melepaskan antara 30.000 hingga 40.000 sel kulit mati. Epidermis terus-menerus membuat sel-sel baru untuk akhirnya menggantikan sel-sel yang hilang,” ujar Dr. King, dikutip dari Mind Body Green. “Namun, ketika sel kulit mati menempel terlalu lama, hal itu justru menyebabkan kondisi kulit menjadi kusam, warna kulit tidak merata, dan rentan mengalami jerawat,” tambah Dr. Corey L. Hartman, seorang dokter kulit bersertifikat, dilansir GQ.

Nah, supaya kulitmu tetap bersih, cerah, dan bercahaya, penting untuk mengetahui penyebab penumpukan sel kulit mati agar kamu juga bisa menyesuaikan rutinitas perawatan kulitmu untuk membantu mencegah penumpukan sel kulit mati dengan lebih baik. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab penumpukan sel kulit mati yang sering gak disadari.

1. Terlalu lama terpapar sinar matahari

ilustrasi seorang wanita di bawah sinar matahari (freepik.com/freepik)

Sudah bukan rahasia lagi kalau sinar matahari menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai masalah kulit, termasuk penumpukan sel kulit mati. Dikutip Skincare, menghabiskan banyak waktu di bawah sinar matahari tanpa perlindungan sunscreen dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.

Hal ini karena paparan sinar UVA dan UVB bisa menghambat proses pengelupasan kulit secara alami. Ketika kulit tidak mampu melepaskan sel-sel kulit mati dengan baik, alhasil sel-sel kulit mati yang seharusnya dihilangkan tersebut, justru menumpuk di permukaan kulit yang mengakibatkan kulit jadi kusam.

2. Penuaan kulit secara alami

ilustrasi kulit menua (freepik.com/drobotdean)

Seiring bertambahnya usia, kulit kita pun ikut menua. Hal ini wajar karena bagaimanapun penuaan tidak dapat dihindari. Namun, perlu diingat bahwa penuaan kulit secara alami juga merupakan salah satu pemicu menumpuknya sel kulit mati, lho.

Seorang ahli kecantikan bernama Christina Smith, dikutip dari Cleveland Clinic, menegaskan bahwa usia yang semakin bertambah bisa menghambat laju produksi sel baru dan pengelupasan sel kulit. Apalagi, di usia yang tak lagi muda, tingkat hidrasi di dalam kulit juga ikut berkurang yang mengakibatkan kulit lebih rentan terhadap masalah dehidrasi dan kusam.

3. Tidak membersihkan wajah dengan benar

ilustrasi membersihkan wajah (pexels.com/SHVETS production)

Kalau kamu habis melakukan banyak aktivitas dari pagi sampai petang, usahakan selalu membersihkan wajah sebelum tidur. Lakukan double cleansing supaya kotoran, makeup, dan minyak berlebih di wajah dapat terangkat dengan sempurna.

Sebab, penumpukan sel kulit mati bisa terjadi akibat sisa kotoran yang masih menempel di permukaan kulit. American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan untuk membersihkan wajah sebanyak dua kali sehari, yakni setelah mandi pagi dan malam sebelum tidur. Selain itu, gunakanlah sabun cuci muka formula gentle, namun tetap efektif membersihkan kotoran secara optimal.

4. Melewatkan eksfoliasi

ilustrasi seorang wanita menggunakan scrub wajah (pexels.com/Polina Kovaleva)

Terakhir adalah melewatkan eksfoliasi. Meskipun bukan bagian dari rangkaian basic skincare, memasukkan produk eksfoliator ke dalam rutinitas perawatan kulitmu akan membawa perubahan signifikan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kulit manusia tidak bisa terus-menerus melepaskan sel kulit mati di waktu yang tepat.

Namun dengan bantuan produk eksfoliator, baik yang berbentuk toner, serum, atau scrub dengan formula lembut, bisa mendorong pengelupasan sel kulit mati dengan cepat sehingga tidak terjadi penumpukan di permukaan kulit. Produk ini sebaiknya dipakai rutin sebanyak 1-2 kali seminggu.

Na, itu dia beberapa faktor pemicu penumpukan sel kulit mati yang tak disadari. Selain kurangnya perhatian terhadap kebersihan wajah, penumpukan sel kulit mati juga bisa terjadi karena sering terpapar sinar matahari dan proses penuaan kulit. Kendati demikian, kondisi ini masih bisa dicegah dan diatasi dengan cara melakukan eksfoliasi secara strategis serta memakai produk skincare yang sesuai kondisi kulit.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team