Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Penyebab Waxing Sendiri di Rumah Gak Maksimal, Sudah Tahu?
ilustrasi wanita menggunakan scrub (pexels.com/yankrukov)

Waxing di rumah sering jadi pilihan praktis buat kamu yang ingin hemat biaya sekaligus lebih nyaman tanpa harus ke salon. Selain itu, banyaknya produk DIY di pasaran bikin proses ini terasa semakin mudah dilakukan sendiri.

Namun, hasil waxing gak selalu sesuai ekspektasi, mulai dari rambut yang masih tersisa hingga kulit yang jadi iritasi. Kalau kamu sering mengalami hal ini, bisa jadi ada beberapa kesalahan mendasar yang tanpa sadar dilakukan. Yuk, cari tahu penyebabnya!

1. Panjang rambut tidak ideal

ilustrasi wanita menggunakan scrub (pexels.com/yankrukov)

Salah satu faktor paling krusial dalam waxing adalah panjang rambut yang akan diangkat. Rambut yang terlalu pendek biasanya sulit tertarik oleh wax, sehingga hasilnya jadi kurang bersih.

Di sisi lain, rambut yang terlalu panjang juga bisa menimbulkan masalah baru seperti rasa sakit berlebih dan risiko rambut patah. Idealnya, panjang rambut berada di kisaran seperempat inci atau sedikit lebih panjang agar wax bisa bekerja maksimal.

“Saya biasanya menyarankan setidaknya 6 minggu pertumbuhan rambut antara waxing dan mencukur. Jika panjang rambut lebih dari 3/4 inci, sebaiknya dipotong terlebih dahulu,” ujar Jill Skibba, Lead Waxing Educator di Cheeks + Co, dikutip dari Byrdie.

2. Teknik waxing yang kurang tepat

ilustrasi wanita membersihkan kaki (pexels.com/karolinagrabowska)

Teknik waxing yang salah bisa jadi penyebab utama kenapa hasilnya gak maksimal. Banyak orang masih keliru dalam mengaplikasikan wax atau menariknya tidak sesuai arah tumbuh rambut.

Padahal, wax harus dioleskan searah pertumbuhan rambut dan ditarik dengan cepat ke arah sebaliknya. Jika dilakukan terlalu pelan atau arah yang salah, rambut justru bisa patah, bukan tercabut dari akarnya.

3. Kulit tidak bersih sebelum waxing

ilustrasi scrub kaki (pexels.com/karolinagrabowska)

Kondisi kulit sebelum waxing juga sangat menentukan hasil akhir. Kulit yang masih mengandung minyak, keringat, atau sisa produk skincare bisa menghambat daya rekat wax.

Akibatnya, wax tidak menempel sempurna pada rambut dan membuat proses pencabutan jadi kurang efektif. Selain itu, kulit yang tidak bersih juga meningkatkan risiko iritasi setelah waxing.

“Sebelum waxing, pastikan kulit benar-benar bersih tanpa lotion atau minyak. Saya menyarankan mandi air hangat sebelumnya agar pori-pori siap,” ujar Christina Uzzardi, esthetician dan founder Cheeks + Co, dikutip dari Byrdie.

4. Menggunakan jenis wax yang tidak sesuai

ilustrasi mencukur bulu kaki (pexels.com/sorashimazaki)

Tidak semua jenis wax cocok untuk semua tipe rambut atau area tubuh. Penggunaan wax yang tidak sesuai bisa membuat hasilnya kurang maksimal, bahkan berpotensi menimbulkan iritasi atau memar.

Misalnya, hard wax lebih cocok untuk rambut tebal dan kasar, sedangkan soft wax biasanya digunakan untuk area yang lebih luas. Jika salah memilih, wax bisa gagal mencabut rambut dengan baik atau malah hanya menempel di kulit.

5. Waktu waxing yang kurang tepat

ilustrasi scrub kaki (pexels.com/karolinagrabowska)

Banyak yang mengira waxing bisa dilakukan kapan saja, padahal timing juga berpengaruh. Kulit yang sedang sensitif, misalnya setelah memakai retinol atau eksfoliator kimia, cenderung lebih rentan iritasi.

“Sebaiknya pastikan kamu tidak menggunakan retinoid atau eksfoliator kimia setidaknya 5 hari sebelum waxing, karena produk tersebut bisa membuat kulit lebih sensitive,” ujar Mikelle Brown, esthetician dan Director of Education di FACE FOUNDRIÉ, dikutip dari Byrdie.

Selain itu, waxing saat kondisi tubuh tertentu seperti menjelang atau saat menstruasi bisa terasa lebih menyakitkan. Memilih waktu yang tepat dapat membantu meminimalkan rasa tidak nyaman dan meningkatkan hasil waxing.

“Kamu sebaiknya tidak melakukan waxing tepat sebelum menstruasi. Hal ini karena kulit dan ujung saraf menjadi jauh lebih sensitif terhadap rasa sakit dan iritasi pada waktu tersebut, menurut David E. Bank, dokter kulit bersertifikat dan penulis buku Beautiful Skin: Every Woman's Guide to Looking Her Best at Any Age, dikutip dari Women’s Health.

6. Melewatkan perawatan setelah waxing

ilustrasi tangan dan kaki (pexels.com/rocketmannprod)

Perawatan setelah waxing sering kali dianggap sepele, padahal ini penting untuk menjaga kondisi kulit. Tanpa aftercare yang tepat, kulit bisa mengalami iritasi, kemerahan, hingga rambut tumbuh ke dalam.

Eksfoliasi ringan setelah beberapa hari dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah ingrown hair. Selain itu, menghindari aktivitas berat atau paparan panas juga penting agar kulit tetap sehat setelah waxing.

Kalau hasil waxing di rumah masih sering zonk, mungkin saatnya kamu evaluasi langkah-langkah yang dilakukan. Dengan teknik yang tepat dan persiapan yang benar, waxing DIY sebenarnya bisa memberikan hasil yang gak kalah maksimal dari salon, lho!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team