Interaksi sosial sering punya wilayah abu-abu, terutama ketika menyangkut ketertarikan dan cara mengekspresikannya. Flirting kerap dianggap hal yang wajar, bahkan menyenangkan jika terjadi dalam konteks yang tepat. Namun, tidak sedikit juga situasi di mana perilaku yang diklaim sebagai “sekadar flirting” justru membuat orang lain tidak nyaman.
Masalahnya, batas antara flirting dan pelecehan seksual sering disalahartikan. Banyak yang mengira selama niatnya “bercanda” atau “menggoda”, maka itu bisa dimaklumi. Padahal, kuncinya bukan pada niat semata, melainkan pada bagaimana perilaku tersebut diterima oleh orang lain. Di sinilah pentingnya memahami perbedaannya. Simak penjelasan di bawah ini, ya!
