Peluncuran Kampanye Prenagen "Siapa Takut Jadi Ibu!" pada Senin (21/4/2025) di Jakarta Selatan. (IDN Times/Adyaning Raras)
Brand Group Manager Prenagen, Junita, mengatakan bahwa kehamilan bukan sekadar proses biologis. Ada dinamika sosial, tekanan, dan pertimbangan personal yang turut berperan memengaruhi kondisi psikisnya.
"Sayangnya, banyak perempuan yang masih dituntut harus 'siap' secara instan tanpa ruang untuk beradaptasi, memahami betul transformasi ini secara menyeluruh ataupun jujur terhadap keraguan dan ketakutan yang mereka rasakan," katanya.
Untuk itu, penting bagi perempuan mengetahui apa yang menjadi sumber ketakutan atau keraguan dalam menjalani proses kehamilan. Menurut Samanta, rasa takut dan ketidaksiapan menjadi ibu adalah hal yang wajar dan manusiawi terjadi.
Samanta menjelaskan, "Yang dibutuhkan adalah ruang untuk memproses perasaan itu secara jujur dan tanpa penilaian. Kehamilan seharusnya dijalani dengan kesadaran penuh, bukan dalam kesendirian. Karena itu, penting bagi lingkungan sekitar untuk hadir dengan empati dan dukungan”.
"Apa yang dilakukan oleh pasangan, keluarga, teman-teman, akan sangat berdampak positif (bagi ibu hamil)," sambungnya.