Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seorang wanita sedang keramas
ilustrasi seorang wanita sedang keramas (freepik.com/freepik)

Salah satu masalah perawatan rambut yang sering dialami banyak orang adalah ketombe. Sebenarnya, ketombe adalah kondisi umum, di mana serpihan kecil kulit kering terlepas dari kulit kepala dan tidak berbahaya. Penyebab utamanya adalah kondisi udara kering yang mengakibatkan kulit kepala jadi kering.

Meski menurut infromasi dari laman Canadian Dermatology Association tidak berbahaya, ketombe tetap jadi masalah karena gatal yang ditimbulkannnya. Serpihan kulit kecil yang terlihat di rambut hitam atau yang jatuh di pakaian juga sangat mengganggu. Oleh karena itu, ketombe perlu diatasi dengan berbagai cara.

Kalau ketombemu sulit hilang, mungkin selama ini cara keramasmu kurang tepat. Supaya masalah ketombe teratasi, coba lima tips keramas berikut ini, siapa tahu bisa membantu!

1. Lakukan keramas secara rutin, jangan malas!

ilustrasi seorang wanita sedang keramas (freepik.com/jcomp)

Selain kulit kering, munculnya ketombe juga dapat disebabkan oleh kulit iritasi dan berminyak. Di kulit kepala sebagian besar orang dewasa, hidup jamur bernama malassezia yang memakan minyak alami, sehingga menyebabkan serpihan kulit mati mengelupas menjadi ketombe. Nah, salah satu cara mengatasinya adalah dengan keramas secara rutin.

Masih merujuk pada laman Canadian Dermatology Association, ketombe ringan dikatakan dapat diatasi dengan melakukan keramas sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu menggunakan sampo biasa. Jika ketombe masih mengganggu, disarankan untuk melakukan keramas setiap hari agar lebih efektif. Dengan demikian, kulit kepala akan selalu bersih tanpa ketombe.

2. Gunakan sampo khusus antiketombe

ilustrasi seorang wanita menggunakan sampo (freepik.com/freepik)

Jika ketombe tak kunjung hilang meski sudah rajin keramas, coba gunakan sampo yang diformulasikan khusus untuk mengatasi masalah ketombe. Sampo antiketombe mengandung obat atau bahan-bahan khusus, sehingga lebih efektif untuk mengatasi kondisi kulit kepala yang sudah parah akibat serpihan ketombe.

Namun, kandungan obat dalam sampo antiketombe dapat bervariasi atau berbeda-beda pada setiap produk. Dengan demikian, disarankan untuk melakukan eksperimen dalam memilih produk yang tepat. Lakukan percobaan pada produk tertentu, lalu ganti jika kurang efektif hingga menemukan produk yang paling cocok.

3. Perhatikan kandungan bahan dalam sampo antiketombe

ilustrasi seorang wanita memegang botol sampo (freepik.com/freepik)

Perhatian bahan-bahan yang terkandung dalam sampo antiketombe. Pilih bahan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan informasi dalam Canadian Dermatology Association, berikut beberapa bahan yang bagus untuk mengatasi masalah ketombe:

  1. Tar batubara. Bahan ini dapat membantu memperlambat pengelupasan sel pada kulit kepala. Dalam laman Capstone Medical Centre Southbank dijelaskan bahwa tar batubara memiliki sifat antijamur, efek anti-inflamasi, dan aksi keratolitik.

  2. Asam salisilat. Bahan ini dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati untuk mencegah penggumpalan yang menjadi serpihan kecil atau ketombe.

  3. Selenium sulfida. Bahan ini membantu memperlambat pergantian sel kulit sekaligus mengurangi jamur di kulit kepala.

  4. Seng pirition. Bahan ini juga dapat memperlambat pergantian sel kulit, tetapi lebih lembut, sehingga tidak mambuat rambut jadi kering.

  5. Ketokonazol. Bahan ini memiliki sifat antijamur yang mampu mengurangi pertumbuhan malassezia sebagai penyebab utama ketombe.

  6. Siklopiroks olamin. Bahan ini juga bekerja sebagai antijamur yang fungsinya sama, yakni mengurangi jumlah malassezia di kulit kepala.

Pastikan sampo yang digunakan mengandung salah satu bahan tadi. Jika punya masalah ketombe yang lebih kompleks, cari produk sampo antiketombe dengan bahan kombinasi yang punya kandungan beberapa bahan sekaligus.

4. Lakukan keramas dengan benar

ilustrasi seorang pria sedang keramas (freepik.com/freepik)

Lakukan keramas dengan cara yang benar agar masalah ketombe dapat teratasi dengan maksimal. Merujuk pada laman American Academy of Dermatology Association, sampo antiketombe perlu dioleskan dan dibuihkan langsung pada kulit kepala. Pastikan sampo benar-benar mengenai kulit kepala, bukan tertinggal dan hanya berbuih di rambut.

Selain itu, selalu ikuti petunjuk pada kemasan sampo. Sebab, setiap produk mengandung bahan dan takaran yang berbeda, sehingga cara penggunaannya dapat berbeda pula. Beberapa sampo antiketombe mungkin perlu didiamkan selama beberapa menit sebelum dibilas dengan air.

5. Gunakan sampo sesuai dengan jenis ramut

ilustrasi seorang wanita sedang keramas (freepik.com/gpointstudio)

Ternyata jenis rambut juga berpengaruh pada cara keramas. Jika kamu memiliki rambut yang tipis atau lurus alami, keramas harus dilakukan sesering mungkin. Kondisi kulit kepala yang berminyak juga harus lebih sering dicuci agar ketombe hilang. Hal tersebut dijelaskan dalam laman American Academy of Dermatology Association.

Akan tetapi, penggunaan samponya harus diperhatikan. Rambut tipis, lurus alami, dan berminyak mungkin perlu keramas setiap hari, tetapi sampo antiketombe yang digunakan hanya dua kali dalam seminggu. Sementara itu, rambut keriting alami dan kasar hanya perlu dicuci sesuai kebutuhan dengan menggunakan sampo antiketombe hanya sekali dalam seminggu.

Ketombe yang membandel bisa diatasi dengan tips-tips di atas. Namun, jika kondisi sudah sangat parah dan gatal berkepanjangan, sebaiknya segera temui dokter kulit. Bisa jadi ketombe yang sulit hilang disebabkan oleh penyakit tertentu seperti dermatitis seboroik, eksim, atau psoriasis.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team