Sesi Tematik 1: "Addressing Gaps and Opportunity for Women Economic Empowerment". Selasa (19/7/2022). IDN Times/Adyaning Raras
Isu problemik tentang perempuan nyatanya begitu banyak. Veranita Yosephine selaku CEO AirAsia Indonesia, menyatakan bahwa ia merasakan bias dari budaya yang tumbuh di Indonesia. Veranita merupakan perempuan pertama yang berhasil menduduki jabatan CEO di maskapai.
"Inilah bentuk kesenjangan kesetaraan gender. Saya berasal dari Sumatera Utara. Sebagai perempuan, kami diberitahu untuk tidak banyak bicara. Perempuan hanya melakukan pekerjaan di dapur. Ibu mengatakan dalam budaya bahwa ketika sudah besar, para pria ingin mempunyai anak laki-laki. Jadi kalau perempuan tidak bisa melahirkan anak laki-laki, maka suami punya hak untuk menikah lagi," ceritanya.
Vera juga merasa bahwa ada ketidaksetaraan. Menurutnya, perubahan akan terjadi ketika perempuan ditempatkan di posisi yang setara. Stigma tentang perempuan yang sulit menciptakan perubahan ketika berada di posisi teratas, harus dihapuskan karena perempuan bisa menciptakan perubahan.
Vera memaparkan data bahwa pendapatan perempuan 37 persen kurang dari pendapatan laki-laki. Nyatanya, mengedukasi perempuan saja tidak bisa mencapai kesetaraan gender dan belum cukup mengatasi gap gaji. Bagi Vera, semua pihak harus transparan dalam melakukan pekerjaannya.
Secara mental, perempuan akhirnya menjadi kurang percaya diri karena pengaruh dari budaya tempat mereka tumbuh. Untuk itu, perlu sekali visibilitas atau keterbukaan agar perempuan bisa mengatasi dinamika patriarki yang ada.