Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Langkah Taklukkan Rasa Takut agar Bisa Berinovasi
Kegiatan Welcoming Novo Club Batch 4 (Dok. ParagonCorp)
  • Novo Club Batch 4 dari ParagonCorp mengajak lebih dari 176 ribu mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menaklukkan rasa takut dan berani berinovasi.
  • Lima langkah utama yang diajarkan meliputi mengakui rasa takut, menemukan alasan kuat, mengganti pertanyaan diri, mencari titik peran, dan berjalan bersama rasa takut.
  • Program ini berlangsung 1,5 tahun dengan fokus pada pembelajaran nyata, kolaborasi tim, serta keberanian menghadapi kegagalan demi menciptakan inovasi berdampak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah punya ide yang menurutmu cukup bagus, tapi berhenti di tengah jalan? Atau punya keinginan untuk memulai sesuatu namun selalu terhenti karena suara di kepala bilang "aku belum siap", "aku takut gagal", atau "aku tidak cukup baik"? Kamu tidak sendirian, guys!

Ada lima langkah menaklukkan rasa takut agar kamu bisa berinovasi yang dibagikan dalam Novo Club, ekosistem pengembangan mahasiswa yang diinisiasi ParagonCorp sejak 2023 dan kini memasuki Batch ke-4. Kegiatan Welcoming Novo Club Batch 4 yang digelar Sabtu (25/4) lalu dihadiri lebih dari 176 ribu mahasiswa serentak di 16 venue di seluruh Indonesia.

Apa sajakah lima pesan itu? Yuk, dbaca sampai selesai!

1. Akui rasa takutmu, jangan lawan

Kegiatan Welcoming Novo Club Batch 4 (Dok. ParagonCorp)

Banyak orang berpikir supaya bisa maju kita harus terlebih dahulu menghilangkan rasa takut. Faktanya, justru sebaliknya. "Fear is not something to eliminate. Fear is something to understand.” Demikian narasi yang disampaikan dalam pertunjukan teatrikal di kegiatan Welcoming Novo Club Batch 4.

Suara yang menggaung di kepala seperti "aku tidak cukup baik", "aku takut gagal", "aku overthinking" sering terasa seperti musuh yang harus dikalahkan. Padahal, suara itu hanya bagian dari diri kita yang belum dipahami.

Titik balik biasanya bukan ketika rasa takutmu hilang melainkan ketika kamu berani mengakuinya bahwa kamu sedang takut. Ada kekuatan dalam sebuah kejujuran. Begitu kamu mengakui ada rasa takut, kamu berhenti membuang energi untuk melawannya dan mulai bisa memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

2. Temukan alasan yang lebih besar dari rasa takutmu

ilustrasi pria cemas (pexels.com/andrea piacquadio)

Menyadari saja tidak cukup. Pertanyaan berikutnya adalah "kalau aku tetap takut, kenapa aku harus jalan terus? Jawabannya bukan tentang menjadi lebih berani, seperti yang ditegaskan dalam pertunjukan, "orang yang bergerak bukan yang paling berani, tapi yang punya alasan yang cukup kuat."

Orang-orang hebat yang kita kagumi hari ini bukan orang yang tidak takut, mereka punya sesuatu yang lebih besar daripada rasa takutnya. Mungkin itu keluarga. Mungkin itu mimpi yang sudah lama dibangun. Atau mungkin keinginan untuk memberi dampak. Apa pun itu, alasan inilah yang akan jadi bahan bakar setiap kali kamu hampir menyerah.

3.  Ganti pertanyaanmu: bukan "apa aku siap?", tapi "apa yang cukup penting?"

ilustrasi pria cemas (pexels.com/cottonbro studio)

Kalau pertanyaan dalam kepalamu adalah "apa aku siap?" maka jawabannya hampir selalu "belum". Selalu ada hal yang belum kamu kuasai, selalu ada modal yang belum cukup, selalu ada kesempurnaan yang belum tercapai. Pertanyaan ini, dalam banyak kasus, hanya membuat kita berputar di tempat.

Tapi coba ganti pertanyaannya: "Apa yang cukup penting sampai aku harus tetap bergerak meskipun belum siap?".

Pergeseran sederhana ini memindahkan fokus dari kondisi diri ke tujuan yang dikejar. Berangkat dari pertanyaan tersebut, biasanya keberanian mulai muncul. Kamu tidak perlu jadi versi terbaik dirimu untuk memulai. Kamu hanya perlu cukup peduli pada apa yang ingin kamu wujudkan.

4.  Cari titik pertemuanmu: peduli, mampu, dibutuhkan

ilustrasi pria tersenyum. (pexels.com/andrea piacquadio)

Di era yang penuh pilihan, tekanan, dan distraksi seperti sekarang, pertanyaan "peran saya sebenarnya apa?" sering jadi sumber kebingungan tersendiri. Peran kita biasanya ada di titik pertemuan tiga hal yakni apa yang kita pedulikan, apa yang mampu kita lakukan, dan apa yang dunia butuhkan.

Bagian paling menariknya adalah rasa takut sering muncul tepat di area itu. Bukan karena ada yang salah, melainkan karena di sanalah sesuatu yang berarti sedang menunggu kita. Jadi rasa takut yang kamu rasakan hari ini bukan tanda bahwa kamu harus berhenti, justru sebaliknya. Itu tanda kamu sedang mendekati sesuatu yang penting.

5.  Pilih berjalan bersama rasa takut, bukan menunggunya hilang

Kegiatan Welcoming Novo Club Batch 4 (Dok. ParagonCorp)

Kalau kamu sudah sampai langkah ini, satu pertanyaan terakhir tersisa adalah Apakah kamu akan menciptakan hidup yang kamu inginkan? Atau membiarkan rasa takut yang menciptakannya untukmu?”.

Dunia ini butuh orang-orang yang berani melangkah meskipun dalam keadaan ketakutan. Dan menariknya, kamu akan menemukan bahwa rasa takut itu tidak hilang dalam perjalanan. Ia hanya menjadi teman perjalanan yang kamu pelajari untuk dijalani bersama. Jadi mungkin hari ini bukan tentang menghilangkan rasa takut. Tapi tentang memilih tetap berjalan bersamanya.

Lima langkah di atas adalah inti dari filosofi yang disampaikan Novo Club. Dalam ekosistem pengembangan mahasiswa ini, pesertanya akan bisa digembleng untuk berani berinovasi. Selama 1,5 tahun perjalanan setiap batch, mahasiswa tidak hanya dibekali materi, tetapi juga diberi ruang nyata untuk menguji ide, mengeksekusi proyek bersama tim, dan menerima konsekuensi dari setiap pilihannya, termasuk ruang untuk gagal.

Dengan tema "Berani Berinovasi, Berdampak Tanpa Batas", Novo Club Batch 4 mengajak mahasiswa pesertanya untuk melakukan satu hal yang sederhana tetapi tidak mudah: melangkah, meskipun belum siap.

Editorial Team