Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Alasan Kenapa Pulang Salat Id Harus Beda Jalan, Mengamalkan Sunah!
ilustrasi salat Id (pexels.com/Conrad Rotor)
  • Rasulullah SAW mencontohkan pulang salat Id lewat jalan berbeda, berdasarkan hadis sahih Bukhari yang menjadi dasar anjuran umat Islam untuk mengamalkannya sebagai sunah.
  • Berbeda jalan saat pulang salat Id memperluas kesempatan bersilaturahmi dan bermaaf-maafan dengan lebih banyak orang di momen hari raya.
  • Melewati jalan berbeda membuat gema takbir tersebar lebih luas serta menambah saksi kebaikan dari lingkungan yang dilalui.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salat Idulfitri maupun Iduladha merupakan ibadah yang dinanti-nanti umat Islam ketika hari yang suci ini datang. Selain mendapatkan pahala dengan mengikuti salat, umat Islam bisa mendapat pahala melalui berbagai amalan-amalan sunah yang bisa dilakukan di hari raya Idulfitri. Salah satu sunah yang mudah dilakukan tapi sering terlupakan adalah pulang salat Id dengan memilih jalan yang berbeda dengan saat berangkat.

Kenapa pulang salat Id harus beda jalan masih sering menjadi pertanyaan umat Islam. Karena hal sederhana ini dilakukan Rasulullah SAW di masanya, dan menjadi contoh bagaimana umat Islam perlu melakukannya juga. Jika kamu mau tahu jawabannya, cek pembahasannya di artikel ini, ya!

1. Terdapat hadis sahih yang meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pulang salat Id dengan jalan yang berbeda

ilustrasi salat Id (pexels.com/Ikhlas Al Fahim)

Memilih jalan yang berbeda ketika pulang salat Id dilakukan umat Islam karena terdapat dalam hadis sahih. Yakni hadis Bukhari yang meriwayatkan bahwa pada hari Id, Rasulullah SAW mengambil jalan yang berbeda antara pergi dan pulang. Karena hadis ini sahih, maka umat Islam melakukannya karena termasuk sunah Rasulullah SAW yang dapat menambah pahala bagi yang melaksanakannya.

Hadis ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW punya kebiasaan untuk pergi dan pulang salat Id dengan jalan yang berbeda. Sehingga para ulama sepakat bahwa umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakannya. Karena apa yang dilakukan Rasulullah merupakan bagian dari sunah yang ketika dijalankan akan mendapat pahala.

2. Memilih jalan yang berbeda bisa memperkuat silaturahmi karena bertemu dengan banyak orang yang berbeda

ilustrasi salat Id (pexels.com/Mohammad Issa Qoqzeh)

Ketika memilih jalan yang berbeda sepulang salat Id, peluang untuk bertemu orang lain yang berbeda ketika berangkat menjadi lebih tinggi. Hari raya, baik Idulfitri maupun Iduladha, merupakan momen yang tepat untuk silaturahmi. Apalagi di Indonesia, budaya saling memaafkan ketika hari raya tiba sangat kuat.

Sehingga memilih jalan yang berbeda ketika pulang salat Id memperluas jangkauan seseorang untuk lebih banyak bertemu orang, demi bersilaturahmi atau bermaaf-maafan. Tentu ini bisa dilakukan ketika kamu juga berangkat salat Id lebih awal, bukan? Sehingga gak hanya mengejar pahala dari salat saja, tetapi juga memanfaatkan momen untuk saling bersilaturahmi.

3. Menambah saksi ketika menjalankan kebaikan

ilustrasi salat Id (pexels.com/Muhammad Shamaoon Malik)

Melaksanakan ibadah salat id dan bersilaturahmi atau bertegur sapa selama di perjalanan merupakan perbuatan baik. Sebagian ulama percaya, bahwa lingkungan di mana umat Islam melakukan sesuatu akan menjadi saksi ketika hari kiamat tiba. Dengan semakin banyak tempat yang kamu lalui karena melewati jalan yang berbeda, artinya semakin banyak yang menjadi saksi kebaikan kamu di hari kiamat kelak.

Alangkah baiknya mengisi perjalanan berangkat dan pulang salat Id dengan hal-hal baik. Sehingga, catatan kebaikan kamu menjadi lebih banyak. Karena lingkungan sedang menyaksikannya dan akan menjadi saksi di hari akhir kelak. Jadi, ini menjadi alasan mengapa dianjurkan untuk pulang salat Id dengan melewati jalan yang berbeda.

4. Dengan melewati jalan yang berbeda, gema takbir berkumandang lebih luas

ilustrasi salat Id (pexels.com/Muhammad Shamaoon Malik)

Umat Islam disunahkan menggemakan takbir sejak malam sebelum hari raya Idulfitri maupun Iduladha. Begitu juga setelah salat Id, takbir disunahkan untuk digemakan demi mengagungkan Allah SWT. Takbir juga menjadi penyempurna ibadah puasa Ramadan serta ungkapan rasa syukur.

Dengan memilih melalui jalan yang berbeda ketika pulang salat Id, artinya gema takbir berkumandang dengan lebih luas. Maka makin banyak lingkungan dan orang yang merasakan gema takbir berkumandang. Ini juga sekaligus menampakkan kebesaran Islam, sehingga kebahagiaan hari raya dirasakan semakin banyak orang.

Ternyata kenapa pulang salat Id harus beda jalan ada hikmah yang terkandung di dalamnya. Kini kamu bisa menerapkan sunah Rasulullah SAW ini karena mudah dilakukan dan menimbulkan manfaat baik. Jadi, jangan lupa untuk pulang salat Id dengan jalan yang berbeda, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team