ilustrasi pasangan mandi (freepik.com/freepik)
Meski jawaban dari pertanyaan bolehkah suami istri mandi bersama saat puasa adalah boleh, tetap ada batasan yang harus diperhatikan. Batasan ini penting agar ibadah puasa tetap sah dan tidak kehilangan nilai pahalanya. Karena itu, pasangan suami istri perlu memahami rambu-rambu syariat sebelum memutuskan mandi bersama di siang hari Ramadan.
a. Menghindari hal yang dapat memicu syahwat berlebihan
Mandi bersama berpotensi menimbulkan rangsangan, apalagi jika dilakukan dengan sentuhan yang intim. Jika pasangan merasa sulit mengendalikan diri, sebaiknya aktivitas tersebut dihindari saat sedang berpuasa. Menjaga diri dari dorongan syahwat merupakan bagian penting dari esensi puasa itu sendiri.
b. Tidak melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadan
Berhubungan intim di siang hari saat puasa jelas membatalkan puasa dan mewajibkan kaffarah sesuai ketentuan fikih. Konsekuensinya tidak ringan, sehingga perlu kehati-hatian ekstra dalam menjaga batasan. Oleh karena itu, pasangan harus benar-benar memastikan mandi bersama tidak mengarah pada hubungan suami istri.
c. Meluruskan niat dan tujuan mandi
Mandi yang bertujuan menjaga kebersihan, kesegaran, dan menghilangkan hadas hukumnya diperbolehkan. Namun, jika niatnya untuk mencari kenikmatan yang berpotensi membatalkan puasa, tentu hal ini tidak sesuai dengan semangat Ramadan. Meluruskan niat menjadi langkah awal agar aktivitas tetap berada dalam koridor yang dibenarkan.
Dengan memahami batasan tersebut, pasangan suami istri bisa lebih bijak dalam bersikap selama Ramadan. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu dan menjaga kesucian diri. Keharmonisan rumah tangga tetap dapat terjaga tanpa mengorbankan kualitas ibadah, selama keduanya saling mengingatkan dan menjaga batasan yang telah ditetapkan syariat.
Pada akhirnya, memahami hukum dan dalil secara utuh membantu pasangan muslim menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan penuh keyakinan. Keharmonisan rumah tangga tetap bisa dijaga tanpa mengurangi kualitas ibadah, selama suami istri saling mengingatkan dan menahan diri dari hal yang berpotensi membatalkan puasa. Dengan begitu, Ramadan bukan hanya menjadi momen menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan memperkuat komitmen spiritual dan hubungan yang lebih sehat dalam pernikahan.